Soroti Eksistensi Ketentuan Pidana dalam Program ASI Eksklusif, Tisa Windayani Raih Gelar Doktor di FH UGM

Tisa Windayani, mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (PDIH FH UGM), resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Eksistensi Ketentuan Pidana Dalam Program Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif Bagi Bayi. Ujian terbuka ini diselenggarakan pada Rabu (14/1/2026), bertempat di Ruang 3.1.1 Gedung 3 Lantai 1 FH UGM.

Penelitian yang dilakukan oleh Tisa berangkat dari fenomena penggunaan hukum pidana yang cenderung berlebihan (over-kriminalisasi) dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia. Secara khusus, ia menyoroti ratio legis atau dasar pemikiran dibentuknya ketentuan pidana dalam program ASI Eksklusif, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 sebagai instrumen perlindungan hukum bagi hak atas kesehatan ibu dan bayi.

Melalui kacamata asas kemanfaatan, Tisa menemukan adanya problematika serius dalam implementasi norma tersebut. Hasil kajiannya menunjukkan bahwa dari sisi formil, pembentukan ketentuan pidana dalam program pemberian ASI Eksklusif bagi bayi tidak didukung dengan penjelasan yang memadai mengenai aspek keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap relasi sosial dalam konteks keluarga dan tempat kerja secara komprehensif.

Dalam temuannya, Tisa merekomendasikan perlunya dekriminalisasi terhadap perbuatan menghalangi program ASI Eksklusif dalam lingkup keluarga. “Ketentuan pidana dalam konteks keluarga tidak memenuhi asas kemanfaatan karena potensi dampak negatifnya justru dapat merugikan ibu dan bayi yang seharusnya dilindungi,” ungkapnya dalam ujian terbuka. Sebaliknya, ia mendorong penguatan edukasi sebagai alternatif yang lebih efektif bagi anggota keluarga, khususnya suami ibu menyusui. Sementara untuk sektor tempat kerja, ia mengusulkan reformulasi ketentuan agar lebih jelas (lex certa) dan diposisikan sebagai upaya terakhir (ultimum remedium) yang didahului sanksi administratif.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D. selaku Ketua Tim Penguji. Dr. Supriyadi, S.H., M.Hum. dan Sri Wiyanti Eddyono, S.H., LL.M. (HR)., Ph.D. sebagai Promotor dan Ko-Promotor. Adapun anggota penguji adalah Prof. Dr. Marcus Priyo Gunarto, S.H., M.Hum.; Dr. Sigid Riyanto, S.H., M.Si.; Dr. Rimawati, S.H., M.Hum.; serta dr. Likke Putri, MPH., Ph.D. dari FKKMK UGM.

Keberhasilan Dr. Tisa Windayani, S.H., LL.M. dalam menuntaskan studi doktoralnya mencerminkan komitmen kuat FH UGM dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) terkait perlindungan kesehatan ibu dan anak, serta Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan reformasi hukum pidana yang lebih berkeadilan, proporsional, dan humanis. Karya disertasi ini diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan di bidang hukum pidana dan kesehatan, tetapi juga memberikan rekomendasi konkret bagi perbaikan regulasi pemberian ASI eksklusif di Indonesia.

Penulis: Wisnu Arya Audanta (part-timer PDIH)

TAGS :  

Latest News

UGM Faculty of Law Delegation Wins 1st Place in English Debate at Euphoria Edu 4.0, Highlighting Mental Health Issues from an SDGs Perspective

The delegation from the Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada (FH UGM), has once again achieved a remarkable accomplishment at the national level by securing 1st place in the English Debate category at Euphoria Edu 4.0, organized by the Health Polytechnic of the Ministry of Health Surakarta (Poltekkes Kemenkes Surakarta). The competition was conducted online via Zoom Meeting and reached its final round on Sunday (19 April 2026), with the winners announced on Friday (24 April 2026).

Strengthening Substantive Justice: KMHLi UGM Discussion on Justifications and Excuses in the National Criminal Code

The Litigation Law Master’s Family (KMHLi) of the Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada, held a public discussion on the conceptualization of justifications (alasan pembenar) and excuses (alasan pemaaf) in the National Criminal Code, titled “Justifications and Excuses: Whose Reasons?” on Thursday (30/4) at the Auditorium of Building B, Faculty of Law UGM. The event brought together academics and legal practitioners to examine Articles 31 to 44 of Law No. 1 of 2023 on the National Criminal Code before approximately 100 participants.

UGM Faculty of Law Delegation Wins 2nd Place Nationally at the Sam Ratulangi Legal Writing Competition 2026

The Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada (FH UGM), has once again achieved a notable accomplishment through its delegation—Salsabila Zita Amalia (2023), Cut Kayla Layyina (2023), and Fayyaza Naira Hafidz (2023)—who secured 2nd place at the Sam Ratulangi Law Writing Competition 2026, organized by the Legal Writing Center, Faculty of Law, Sam Ratulangi University. This national-level Legal Opinion competition carried the main theme “Legal Modernization in Addressing the Challenges of Digital Technology Towards an Inclusive and Adaptive Legal Ecosystem.”

Scroll to Top