DIALEKTIKA #5: Labor Welfare Towards Industrial Revolution 5.0

ALSA LC UGM kembali menyelenggarakan DIALEKTIKA pada Sabtu (18/05/2024). Pada kegiatan DIALEKTIKA #5, ALSA LC UGM mengusung tema Labor Welfare Towards Industrial Revolution 5.0. Tema ini dipilih dalam rangka mendiskusikan dampak dari kemajuan teknologi terhadap kesejahteraan buruh.

Diskusi diawali dengan pembahasan kehadiran Revolusi Industri 5.0 yang berfokus pada integrasi antara manusia dengan teknologi dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), robot dengan keahlian manusia, dan inovasi dalam rangka mendukung keberlangsungan serta kesejahteraan masyarakat.

Meskipun peradaban manusia telah memperlihatkan bahwa kemajuan teknologi menunjukkan optimalisasi waktu, tenaga, dan biaya dalam melakukan pekerjaan, terdapat tantangan dan pertentangan yang justru muncul dengan kehadiran teknologi yang semakin maju, khususnya terhadap AI. Dalil utama isu ini adalah kekhawatiran bahwa pekerjaan manusia dapat digantikan oleh AI sehingga berakibat pada meningkatnya pengangguran karena perusahaan lebih memilih untuk menggunakan AI yang efisien secara biaya dan tenaga dibandingkan dengan tenaga manusia yang rentan mengalami human error.

Pada sesi diskusi, para peserta sangat terbuka dan antusias menanggapi isu ini. Para peserta menanggapi bahwa manfaat dan skala bantuan yang diberikan oleh AI dianggap sangat membantu bagi banyak pekerja di bidang tertentu maupun orang awam. Namun, semakin lama pemakaian AI yang berlebihan malah menimbulkan bahaya bagi para pekerja di Indonesia, khususnya bagi pekerja industri kreatif.

Putri Widhyastiti berpendapat bahwa hal ini dikarenakan masih kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat Indonesia dalam menggunakan AI dengan baik dan benar ditambah Indonesia yang belum memuat secara jelas perlindungan hukum bagi para pekerja di bidang tersebut. Nabil Zaidan Hermawan menambahkan bahwa kemunculan AI di sektor ketenagakerjaan Indonesia perlu dieksekusi secara seimbang melalui pengembangan SDM, serta mengupayakan penegakkan hukum agar seluruh pekerja di berbagai sektor memiliki landasan perlindungan hukum yang pasti.

Dari diskusi ini, diharapkan para peserta dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi Revolusi Industri 5.0 serta dapat mendorong perubahan kebijakan ketenagakerjaan dengan memberikan perlindungan hukum bagi pekerja yang rentan tergantikan oleh AI sehingga berakibat pada meningkatnya angka pengangguran.
Penulis: Patricia Nerissa Krisna Putri

TAGS :  

Latest News

[PENDAFTARAN PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI ADVOKAT FH UGM ANGKATAN XIX TAHUN 2026 BERSAMA PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA RUMAH BERSAMA ADVOKAT (PERADI RBA)]

Halo, Sobat Justicia! Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (PERADI RBA) menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat Angkatan XIX …

STRENGTHENING THE UNDERSTANDING OF CITIZENSHIP: FACULTY OF LAW UGM AND TVRI YOGYAKARTA HOLD LEGAL EDUCATION BROADCAST ON THE IMPLICATIONS OF NATURALIZATION AND HUMAN MOBILITY IN THE MODERN ERA

Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) bersama TVRI Yogyakarta berhasil melaksanakan siaran penyuluhan hukum bertajuk “Pro Justicia: Implikasi Naturalisasi dan Mobilisasi Manusia di Era Kini: …

FH UGM Gelar Pelepasan Purna Tugas Dr. Sulastriyono setelah 38 Tahun Mengabdi di Departemen Hukum Adat

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan acara Pelepasan Purna Tugas bagi Dr. Sulastriyono, S.H., M.Si., dosen Departemen Hukum Adat pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini menjadi …

Scroll to Top