Soft Launching dan Diskusi Publik Nasional Buku Ajar dan Hasil Penafsiran Pasal 300–305 KUHP 2023

 Indonesian Scholars Network on Freedom of Religion or Belief (ISFoRB), Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), Program Studi Agama dan Lintas Budaya bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menggelar Soft Launching dan Diskusi Publik Buku Ajar dan Hasil Penafsiran Pasal 300–305 KUHP 2023. Acara ini diselenggarakan secara hybrid dan melibatkan berbagai perguruan tinggi di tujuh kota di Indonesia pada Kamis (23/1/2025).

KUHP 2023 masih mengatur kejahatan terhadap agama dalam Pasal 300–305 dengan tujuan untuk menjaga harmoni sosial serta melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia. Oleh karena itu, penafsiran terhadap pasal-pasal ini menjadi penting guna mencegah penyalahgunaan hukum serta memastikan keseimbangan antara perlindungan hukum dan hak asasi manusia. Peluncuran hasil penafsiran ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai Pasal 300–305 KUHP 2023, mendorong diskusi akademik dan publik tentang penerapannya dalam masyarakat yang plural serta menyediakan referensi akademik bagi aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi.

Kegiatan ini memiliki relevansi kuat dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat, yang menekankan pentingnya membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan bebas dari diskriminasi. Dengan memperjelas penafsiran Pasal 300–305 KUHP 2023, acara ini berkontribusi dalam memastikan kepastian hukum yang melindungi hak-hak individu dan kelompok berdasarkan prinsip kebebasan beragama dan berkeyakinan. Selain itu, acara ini juga mendukung Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menyediakan bahan ajar akademik yang dapat digunakan di berbagai perguruan tinggi untuk meningkatkan literasi hukum dan pemahaman mengenai kebebasan beragama di Indonesia.

Lebih lanjut, acara ini juga sejalan dengan Tujuan 10: Mengurangi Ketimpangan, khususnya dalam memastikan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama dalam kehidupan sosial, termasuk kebebasan beragama tanpa diskriminasi. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, hingga mahasiswa, diskusi ini diharapkan mampu menciptakan pemahaman bersama dan langkah-langkah konkret dalam mendukung kebijakan hukum yang inklusif serta menghormati keberagaman di Indonesia.

Acara ini dihadiri berbagai narasumber, di antaranya Moch. Choirul Rizal (Peneliti ISFoRB dan Dosen Fakultas Syariah IAIN Kediri), Dian Andriasari (Peneliti ISFoRB dan Dosen Fakultas Hukum UNISBA Bandung), Prof. Dr. Eddy Hiariej (Wakil Menteri Hukum RI), perwakilan Mahkamah Agung RI, perwakilan Kejaksaan Agung RI, akademisi Fakultas Hukum UGM, serta perwakilan organisasi masyarakat sipil. Peserta kegiatan meliputi perwakilan dari Kementerian Hukum dan Kementerian Agama, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, serta pegiat sosial keagamaan.

Diskusi publik ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi berbagai pihak untuk mendiskusikan penerapan hukum yang lebih inklusif dan berkeadilan dalam konteks kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia, serta berkontribusi dalam pencapaian SDGs melalui kebijakan hukum yang lebih adil dan harmonis.

Author: Master of Laws Program, Universitas Gadjah Mada

TAGS :  

Latest News

UGM Faculty of Law Delegation Wins 1st Place in English Debate at Euphoria Edu 4.0, Highlighting Mental Health Issues from an SDGs Perspective

The delegation from the Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada (FH UGM), has once again achieved a remarkable accomplishment at the national level by securing 1st place in the English Debate category at Euphoria Edu 4.0, organized by the Health Polytechnic of the Ministry of Health Surakarta (Poltekkes Kemenkes Surakarta). The competition was conducted online via Zoom Meeting and reached its final round on Sunday (19 April 2026), with the winners announced on Friday (24 April 2026).

Strengthening Substantive Justice: KMHLi UGM Discussion on Justifications and Excuses in the National Criminal Code

The Litigation Law Master’s Family (KMHLi) of the Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada, held a public discussion on the conceptualization of justifications (alasan pembenar) and excuses (alasan pemaaf) in the National Criminal Code, titled “Justifications and Excuses: Whose Reasons?” on Thursday (30/4) at the Auditorium of Building B, Faculty of Law UGM. The event brought together academics and legal practitioners to examine Articles 31 to 44 of Law No. 1 of 2023 on the National Criminal Code before approximately 100 participants.

UGM Faculty of Law Delegation Wins 2nd Place Nationally at the Sam Ratulangi Legal Writing Competition 2026

The Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada (FH UGM), has once again achieved a notable accomplishment through its delegation—Salsabila Zita Amalia (2023), Cut Kayla Layyina (2023), and Fayyaza Naira Hafidz (2023)—who secured 2nd place at the Sam Ratulangi Law Writing Competition 2026, organized by the Legal Writing Center, Faculty of Law, Sam Ratulangi University. This national-level Legal Opinion competition carried the main theme “Legal Modernization in Addressing the Challenges of Digital Technology Towards an Inclusive and Adaptive Legal Ecosystem.”

Scroll to Top