Praktik Peradilan Semu dalam Rangkaian Sertifikasi (SPR-1201) Banknotes Features, Counterfeit, and Legal Aspect Gelombang 1

Fakultas Hukum UGM yang diwakili oleh Organisasi Peradilan Semu Satria Paramartha menampilkan praktik peradilan semu tindak pidana terhadap rupiah. Dalam peradilan semu yang ditampilkan melibatkan 4 (empat) peserta dari Bank Indonesia untuk menjadi ahli Penuntut Umum.  Praktik peradilah semu yang diadakan pada Kamis (21/03/2024) merupakan kerja sama antara Fakultas Hukum UGM dan Bank Indonesia Institute.

Kasus posisi yang diangkat adalah terkait pemalsuan uang oleh seorang wanita yang menjalankan bisnis penawaran uang melalui platform media sosial Twitter dengan embel-embel dari Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) yang diperjualbelikan dengan nilai tukar 2 (dua) kali lipat di Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Korban merupakan seorang remaja yang sedang terlilit hutang pinjaman online sehingga sangat tergiur dengan penawaran tersebut hingga akhirnya melakukan transaksi dengan modal 5 juta dan dikembalikan sebesar 10 juta. Saat menyetor uang tersebut ke ATM dan ditolak korban segera melapor ke Polresta Sleman. Atas laporan penyidik sleman turun tangan menjalankan undercover buying dengan berpura-pura menjadi pelanggan dari bisnis terdakwa. Terdakwa pun berhasil dijebak hingga alat bukti dirasa cukup untuk akhirnya dibawa ke peradilan. 

Perwakilan Satria Paramartha yang menampilkan peradilan semu terdiri dari Cindy Aulia, Nazal Sultan, Natashya Enggal, Aning Fadilla, Aliya Gita, Diva Aulia, Fighaniyya, Selly Dea, Ahmad Lutfi, Rizal Wafaqih, Tiffany Pryanka, Tifa Azizah, Nashya Chernova, Shavrizzal Azam, Febby Aulia, Jihan Izza, Pilar Anggit, dan Annisa Heriartiva, serta pendamping Dayu Prabayanti.

Kegiatan ini sendiri merupakan perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke 4 yaitu Pendidikan Berkualitas dan 17 yaitu Kemitraan untuk mencapai tujuan.

Penulis:  Ida Ayu Kadek Prabayanti

TAGS :  

Latest News

UGM Faculty of Law Delegation Wins 1st Place in English Debate at Euphoria Edu 4.0, Highlighting Mental Health Issues from an SDGs Perspective

The delegation from the Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada (FH UGM), has once again achieved a remarkable accomplishment at the national level by securing 1st place in the English Debate category at Euphoria Edu 4.0, organized by the Health Polytechnic of the Ministry of Health Surakarta (Poltekkes Kemenkes Surakarta). The competition was conducted online via Zoom Meeting and reached its final round on Sunday (19 April 2026), with the winners announced on Friday (24 April 2026).

Strengthening Substantive Justice: KMHLi UGM Discussion on Justifications and Excuses in the National Criminal Code

The Litigation Law Master’s Family (KMHLi) of the Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada, held a public discussion on the conceptualization of justifications (alasan pembenar) and excuses (alasan pemaaf) in the National Criminal Code, titled “Justifications and Excuses: Whose Reasons?” on Thursday (30/4) at the Auditorium of Building B, Faculty of Law UGM. The event brought together academics and legal practitioners to examine Articles 31 to 44 of Law No. 1 of 2023 on the National Criminal Code before approximately 100 participants.

UGM Faculty of Law Delegation Wins 2nd Place Nationally at the Sam Ratulangi Legal Writing Competition 2026

The Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada (FH UGM), has once again achieved a notable accomplishment through its delegation—Salsabila Zita Amalia (2023), Cut Kayla Layyina (2023), and Fayyaza Naira Hafidz (2023)—who secured 2nd place at the Sam Ratulangi Law Writing Competition 2026, organized by the Legal Writing Center, Faculty of Law, Sam Ratulangi University. This national-level Legal Opinion competition carried the main theme “Legal Modernization in Addressing the Challenges of Digital Technology Towards an Inclusive and Adaptive Legal Ecosystem.”

Scroll to Top