Dosen FH UGM dan Pakar Hukum Lainnya Bahas Penegakan Konstitusi dan HAM dalam Seminar Nasional Pembaharuan Hukum

Umar Mubdi, S.H., M.A., dosen dari Departemen Hukum Perdata Fakultas Hukum UGM, menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Pembaharuan Hukum pada Sabtu (4/5/24). Seminar yang mengangkat tema “Meninjau Penegakan Konstitusi dan HAM yang Selaras dengan Keadilan dan Kemanusiaan” ini diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Seminar ini bertujuan untuk mendorong diskusi mengenai isu-isu hukum yang krusial, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pendidikan dan keadilan.

Seminar ini juga menghadirkan beberapa pembicara terkemuka, termasuk Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M., dosen dari Departemen Hukum Tata Negara UGM, dan Prof. Iwan Satriawan, S.H., MCL., Ph.D., Dekan Fakultas Hukum UMY. Kehadiran para akademisi terkemuka ini menegaskan pentingnya diskusi kolaboratif di bidang hukum dan pendidikan.

Dalam acara ini, Umar Mubdi membawakan materi berjudul “Judicialization of Authoritarian Politics: Refleksi Pembaharuan Hukum dan Pengadilan”. Dalam presentasinya, Umar Mubdi menjelaskan mengenai unsur-unsur pendukung rule of law yang ia kategorikan menjadi tiga komponen utama: unsur prosedural, unsur substansial, dan mekanisme pengawasan. 

Unsur prosedural mencakup ketertiban legislasi, ketertiban politik hukum, dan ketertiban tujuan. Komponen-komponen ini sangat penting untuk memastikan bahwa hukum diterapkan dan ditegakkan secara adil dan transparan.  Unsur substansial yang dibahas oleh Umar Mubdi mencakup keadilan, hak asasi manusia, kepentingan publik, dan moralitas. Ia berargumen bahwa unsur-unsur ini merupakan dasar dari sistem hukum yang adil dan harus diprioritaskan dalam setiap upaya pembaharuan hukum. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini, kerangka hukum dapat lebih baik melayani kebutuhan masyarakat dan menjaga martabat setiap individu. Selanjutnya, Umar Mubdi menyoroti pentingnya mekanisme pengawasan, yang mencakup Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, dan berbagai lembaga pengawasan. Badan-badan ini memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan dalam sistem hukum, memastikan bahwa hukum diterapkan secara konsisten dan adil.

Seminar nasional ini memberikan platform bagi peserta untuk terlibat dalam diskusi yang bermakna mengenai keadaan hukum dan hak asasi manusia di Indonesia. Peserta termasuk mahasiswa, praktisi hukum, dan akademisi, semua antusias untuk belajar dan berkontribusi dalam dialog tentang pembaharuan hukum dan pendidikan. Hal ini tentu mencerminkan bentuk implementasi dari SDGs poin 16 untuk mewujudukan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat. Selain itu, seminar ini juga mencerminkan bentuk implementasi dari SDGs poin 4 untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi para peserta yang hadir untuk menimba ilmu.  

Penulis: Eugenia Novera Kwang
Editor: PR

TAGS :  

Latest News

UGM Faculty of Law Delegation Wins 1st Place in English Debate at Euphoria Edu 4.0, Highlighting Mental Health Issues from an SDGs Perspective

The delegation from the Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada (FH UGM), has once again achieved a remarkable accomplishment at the national level by securing 1st place in the English Debate category at Euphoria Edu 4.0, organized by the Health Polytechnic of the Ministry of Health Surakarta (Poltekkes Kemenkes Surakarta). The competition was conducted online via Zoom Meeting and reached its final round on Sunday (19 April 2026), with the winners announced on Friday (24 April 2026).

Strengthening Substantive Justice: KMHLi UGM Discussion on Justifications and Excuses in the National Criminal Code

The Litigation Law Master’s Family (KMHLi) of the Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada, held a public discussion on the conceptualization of justifications (alasan pembenar) and excuses (alasan pemaaf) in the National Criminal Code, titled “Justifications and Excuses: Whose Reasons?” on Thursday (30/4) at the Auditorium of Building B, Faculty of Law UGM. The event brought together academics and legal practitioners to examine Articles 31 to 44 of Law No. 1 of 2023 on the National Criminal Code before approximately 100 participants.

UGM Faculty of Law Delegation Wins 2nd Place Nationally at the Sam Ratulangi Legal Writing Competition 2026

The Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada (FH UGM), has once again achieved a notable accomplishment through its delegation—Salsabila Zita Amalia (2023), Cut Kayla Layyina (2023), and Fayyaza Naira Hafidz (2023)—who secured 2nd place at the Sam Ratulangi Law Writing Competition 2026, organized by the Legal Writing Center, Faculty of Law, Sam Ratulangi University. This national-level Legal Opinion competition carried the main theme “Legal Modernization in Addressing the Challenges of Digital Technology Towards an Inclusive and Adaptive Legal Ecosystem.”

Scroll to Top