Tim FH UGM Raih 5 Penghargaan Internasional pada UC–KAS International Environmental Moot Court Competition 2025

Tim Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional melalui ajang University of Cebu – Konrad Adenauer Stiftung (UC–KAS) International Environmental Moot Court Competition 2025 yang diselenggarakan di Cebu City, Filipina. Pada kompetisi bergengsi yang berlangsung pada 18–22 Oktober 2025 tersebut, tim delegasi FH UGM berhasil membawa pulang lima penghargaan sekaligus.

Tim delegasi FH UGM terdiri atas Rasya Assegaf (2024), Kyra Ersa (2024), Nathanael Saskara (2023), and Aliyka Gewang (2023). Dalam kompetisi tersebut, para delegasi FH UGM meraih lima penghargaan, yaitu: Finalist (Juara 2), Spirit of UC–KAS Award, Best Oralist in the Final Round – Kyra Ersa, 2nd Best Oralist in the Preliminary Rounds – Rasya Assegaf, and 4th Best Oralist in the Preliminary Rounds – Kyra Ersa. Capaian ini tidak terlepas dari bimbingan para pelatih dan mentor, yaitu Prof. Dr. Heribertus Jaka Triyana, S.H., LL.M., M.A., Linda Yanti Sulistiawati, S.H., M.Sc., Ph.D., and Sabina Kirana Zildji, yang memberikan pendampingan akademik serta latihan intensif sejak tahap persiapan hingga menjelang kompetisi.

UC–KAS International Environmental Moot Court Competition merupakan kompetisi peradilan semu internasional yang berfokus pada isu hukum lingkungan internasional. Pada edisi 2025, kasus fiktif berjudul “Questions Relating to Protection of Indigenous Peoples, Rights of Nature, and Forest Biodiversity” menantang peserta untuk menjawab isu-isu kompleks mengenai perlindungan masyarakat adat, hak-hak alam (rights of nature), and keanekaragaman hayati hutan dalam kerangka hukum internasional.

Prestasi ini juga sekaligus menunjukkan kontribusi FH UGM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Partisipasi mahasiswa dalam kompetisi ini sejalan dengan SDG 4: Qualified Education melalui penguatan kapasitas akademik, kemampuan riset, dan pemikiran kritis terkait isu global. Selain itu, topik kompetisi yang berkaitan dengan perlindungan keanekaragaman hayati dan masyarakat adat mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim and SDG 15: Ekosistem Daratan, khususnya dalam memperjuangkan konservasi lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Lebih jauh, keterlibatan mahasiswa dalam forum peradilan semu internasional yang menekankan penghormatan hak asasi manusia serta integritas hukum turut memperkuat SDG 16: Peace, Justice, and Strong Institution.

Keberhasilan tim FH UGM ini membuktikan bahwa dedikasi, kerja keras, serta sinergi antara mahasiswa, dosen, dan alumni dapat menghasilkan prestasi yang tidak hanya membanggakan universitas, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap agenda global dalam bidang hukum dan keberlanjutan lingkungan.

TAGS :  

Latest News

Faculty of Law UGM Conducts Waste Scale Training to Support Sustainable Environmental Management

Kamis (20/6/2026), Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) menyelenggarakan pelatihan penggunaan timbangan sampah bagi tenaga alih daya kebersihan dan taman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan …

Pandekha FH UGM, ASSLESI, AMAN, and HuMa Hold Public Discussion on the FPIC Principle in the Draft Indigenous Peoples Bill

Pusat Kajian Demokrasi, Konstitusi, dan Hak Asasi Manusia (Pandekha) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Asosiasi Studi Sosio-Legal Indonesia (ASSLESI), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara …

Registration Now Open for the XXth Batch of the Advocate Professional Special Education Program (PKPA) FH UGM in Collaboration with PERADI 2026

Halo, Sobat Justicia! Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat Angkatan XX Tahun 2026. Program ini …

Scroll to Top