Mahasiswa S3 FH UGM Turut Berpartisipasi dalam The 9th International Conference on Strategic and Global Studies 2025 di Jepang

Mahasiswa Program Studi Doktoral Ilmu Hukum FH UGM, Muhammad Insan Tarigan, turut berpartisipasi dalam The 9th International Conference on Strategic and Global Studies 2025. Konferensi ini diselenggarakan di Kyushu International University, Kitakyushu, Fukuoka, Jepang, pada 19–20 Juli 2025. Dalam forum ilmiah tersebut, Insan mempresentasikan makalah berjudul “Towards Regional Environmental Law in Asia: Between Political Realities and Ecological Demands”.

Tahun ini, ICSGS 9th 2025mengusung tema “Development Transition And Social Change In Japan And Asia: Building Sustainability, Innovation, & Global Partnerships For A Thriving Future”. ICSGS 9th 2025 sendiri merupakan inisiatif bersama antara School of Strategic and Global Studies, Universitas Indonesia (SSGS UI), dan Kyushu International University, Jepang. Konferensi ini

Konferensi tahun ini berhasil menghimpun 33 pembicara tamu, termasuk pembicara kunci dan panelis, serta dihadiri oleh 42 peserta secara luring dan 59 peserta secara daring. Acara ini turut melibatkan hampir 13 institusi internasional. Para peserta berasal dari berbagai negara, seperti Tiongkok, Turki, Jepang, Kazakhstan, Hungaria, dan Belanda. Mereka terdiri atas akademisi, peneliti, dan praktisi yang secara aktif berpartisipasi dalam beragam sesi seminar serta diskusi ilmiah.

Sebagai salah satu peserta konferensi, Muhammad Insan Tarigan menyoroti hambatan dan urgensi membangun kerangka hukum lingkungan regional di Asia yang mampu menjembatani realitas politik dengan tuntutan ekologis yang semakin mendesak. Gagasannya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya kolektif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan.

Gagasan tersebut juga sejalan dengan beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim – melalui upaya regulasi lingkungan regional yang lebih kuat; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh – dengan mendorong penguatan tata kelola hukum lintas negara; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan – dengan menekankan pentingnya kerja sama regional dan global dalam merespons tantangan lingkungan secara kolektif.

TAGS :  

Latest News

Policy Paper: Urgensi Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pembiayaan Industri Kementerian Perindustrian

Tekanan perekonomian global, meningkatnya kompetisi perdagangan internasional, serta masuknya produk impor berharga murah telah menurunkan daya saing industri dalam negeri, khususnya industri padat karya. Kondisi …

Telah Buka! Pendaftaran Pendidikan Khusus Profesi Advokat FH UGM Angkatan XVIII Tahun 2026 Bersama Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI)

Halo, Sobat Justicia! Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan XVIII Tahun 2026. …

FH UGM and Kejati DIY Finalize Collaboration Plan for 2026 Community Service Activities

Senin (22/12/2025),Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) menyelenggarakan rapat koordinasi lanjutan dengan Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY), Paguyuban Nayantaka Provinsi DIY, Paguyuban …

Scroll to Top