Delegasi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Juara 1 pada cabang English Debate dalam ajang Euphoria Edu 4.0 yang diselenggarakan oleh Poltekkes Kemenkes Surakarta. Kompetisi ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan mencapai puncaknya pada Minggu (19/4/2026), dengan pengumuman pemenang pada Jumat (24/4/2026).
Delegasi FH UGM terdiri dari Letisia Ortiez Anggriansyah (2023), Arnandito Rafaxelliano Ratifandi (2023), dan Tribuna Haiqal Rio Wijaya (2023). Ketiganya berhasil menunjukkan performa debat yang unggul melalui argumentasi yang tajam, penyampaian yang sistematis, serta kemampuan analisis yang komprehensif terhadap isu-isu kesehatan publik yang diangkat dalam kompetisi.
Kompetisi debat mahasiswa tingkat nasional ini mengusung tema besar “The Role of Generation Z in SDGs 2030 in the Health Pillar: Connecting the Role of Students with Global Health Goals”. Dalam rangkaian perlombaan, panitia menyediakan 10 mosi yang harus dipersiapkan oleh peserta, sementara mosi yang dipertandingkan ditentukan secara acak pada hari pelaksanaan melalui mekanisme spin wheel. Sistem kompetisi dilakukan secara head-to-head (1 vs 1) antar tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sehingga menuntut kesiapan materi sekaligus fleksibilitas berpikir dari setiap peserta. Pada babak yang menentukan, delegasi FH UGM bertanding dengan mosi “The Primary Focus of The National Healthcare System in 2025 Should Be Mental Health and Equitable Access to Psychological Services”.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama tim yang solid serta proses persiapan yang matang. Delegasi mampu menunjukkan keseimbangan antara kemampuan berpikir kritis, strategi debat, serta keterampilan komunikasi dalam bahasa Inggris yang efektif dan persuasif. Selain itu, kompetisi ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan di forum akademik yang kompetitif.
Prestasi yang diraih oleh delegasi FH UGM juga memiliki relevansi kuat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Tema yang diangkat secara langsung berkaitan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam mendorong perhatian terhadap kesehatan mental sebagai bagian integral dari sistem kesehatan yang inklusif. Selain itu, partisipasi aktif mahasiswa dalam forum debat akademik turut mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan kemampuan berpikir kritis, analisis, dan komunikasi global. Di sisi lain, gagasan mengenai pemerataan akses layanan kesehatan mental juga sejalan dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, karena menekankan pentingnya akses yang adil terhadap layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Secara keseluruhan, keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik semata, tetapi juga mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa FH UGM dalam mengangkat isu-isu strategis yang relevan dengan pembangunan global. Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas diri, berpikir kritis terhadap isu-isu publik, serta berperan aktif dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Letisia Ortiez Anggriansyah
Editor: PR




