Memahami Hak Atas Tanah dan Penyelesaian Sengketa Tanah Bersama Penyuluhan Hukum Suluh Praja

Rabu (11/9/24), telah terlaksana Penyuluhan Hukum “Suluh Praja” di Kantor Kalurahan Karangwuni, Kecamatan Wates, Kulon Progo. Tema yang diangkat kali ini adalah “Hak Atas Tanah dan Sengketa Tanah”, dengan fokus pada penyuluhan seputar hak atas tanah dan aspek hukumnya. Diharapkan penyuluhan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan hukum kepada perangkat kalurahan terkait isu pertanahan yang sering terjadi. Penyuluhan Hukum “Suluh Praja” sendiri merupakan bentuk kerja sama Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Unit Kerja Pusat Konsultasi Bantuan Hukum (PKBH) dengan Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY)

Penyuluhan Hukum dimulai pukul 09.45 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pembukaan dilanjutkan oleh Lurah Kalurahan Karangwuni, Anwar Musadad, yang memberikan sambutan hangan. Kemudian diikuti oleh pemaparan materi dari tim Kejati DIY, Slamet Siswanta, S.H., M.H.. Sebagai perwakilan Kejati, Slamet, memberikan pengantar mengenai tugas, pokok, dan fungsi kejaksaan dalam bidang perdata dan tata usaha negara.

Dalam sesi utama penyuluhan, dua dosen dari Fakultas Hukum UGM hadir sebagai narasumber. Prof. Dr. Tata Wijayanta, S.H., M.Hum., yang merupakan guru besar hukum perdata, memberikan pemaparan mendalam mengenai sengketa tanah. Sementara itu, Rafael Edy Bosko, S.H., MIL., menyampaikan materi mengenai hak-hak atas tanah yang berlaku di Indonesia. Kedua narasumber secara aktif berdiskusi dan menjawab berbagai pertanyaan dari para perangkat kalurahan yang hadir, menjadikan sesi tanya jawab berlangsung dinamis dan informatif.

Materi yang disampaikan dikemas secara interaktif dan menarik, sehingga mendorong partisipasi aktif dari peserta. Kedua dosen narasumber menjawab pertanyaan peserta dengan jelas dan memberikan solusi yang relevan terhadap masalah yang diangkat.

Penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan penggunaan tanah yang sesuai dengan peruntukannya, guna menciptakan lingkungan yang baik. Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian poin ke-11 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu membangun kota dan pemukiman yang berkelanjutan, serta poin ke-16 yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat. Melalui penyuluhan ini, diharapkan para peserta dapat memahami aspek hukum pertanahan dengan lebih baik dan mengelola sengketa tanah secara bijak.

Writer: Adetia Surya Maulana (PKBH)
Author: PR

TAGS :  

Latest News

Fakultas Hukum UGM Terima Kunjungan Campus Tour SMA Islam Dian Didaktika Depok

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) menerima kunjungan edukatif dari SMA Islam Dian Didaktika Depok, Jawa Barat, dalam rangka kegiatan campus tour pada Rabu …

URP FH UGM Menyelenggarakan Program Hibah Penelitian untuk Peningkatan Publikasi Ilmiah bagi Dosen & Mahasiswa

Unit Riset Publikasi (URP) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Launching dan Sosialisasi Hibah Penelitian Mahasiswa, Dosen, dan Pusat Kajian pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan …

FH UGM Kembali Mengukuhkan Kerja Sama dengan PERADI dalam Penyelenggaraan PKPA Perdana di Tahun 2026

Kamis (29/01/2026), Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) berkolaborasi bersama Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menyelenggarakan pembukaan perkuliahan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan XVIII …

Scroll to Top