Lilian G.F. Apituley Raih Gelar Doktor UGM, Kaji Revitalisasi Hukum Adat Tobelo dalam Penyelesaian Kasus KDRT

Lilian G.F Apituley, mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Revitalisasi Nilai-Nilai Hukum Adat Tobelo Dalam Penyelesaian Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Kajian Terhadap Pilihan-Pilihan Hukum Perempuan Berbasis Restorative Justice Di Kabupaten Halmahera Utara“. Lilian mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang diselenggarakan Senin (3/11/2025). Keberhasilan tersebut menambah capaian akademik Program Studi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum UGM dalam meluluskan doktor di bidang ilmu hukum.

Disertasi tersebut membahas mengenai bagaimana penerapan hukum adat Tobelo dalam penyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga, yang dalam hal ini masih dipahami melalui pola penyelesaian di tingkat desa yang dikenal dengan istilah makadatoro (musyawarah) oleh dewan adat. Apabila tidak tercapai kesepakatan yang mengarah pada proses hukum, dewan adat cenderung memprioritaskan penyelesaian damai dan pemberian ganti rugi. Dalam hal ini, perempuan korban tidak dilibatkan secara langsung karena diwakili oleh keluarga. Kecenderungan untuk menggunakan lembaga adat kerap mengabaikan ketentuan dalam UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan prinsip CEDAW GR No 35/2017 yang menegaskan kewajiban negara untuk menjamin perlindungan korban secara langsung, bukan hanya sebatas penyelesaian damai di tingkat komunitas. Fenomena ini memperlihatkan bentuk strong legal pluralisme, dimana hukum non negara lebih dominan dari hukum negara sehingga menimbulkan ketidakselarasan norma. Akibatnya korban sering mengalami double victimization. 

Disertasi tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa penerapan nilai hukum adat Tobelo mencerminkan living law, namun masih bias patriarkal. Kemudian pilihan hukum menunjukan pluralisme hukum (adat, agama, negara). Sebagian besar korban memilih hukum adat atau jalur agama karena faktor budaya, malu dan tekanan sosial, sedangkan jalur pidana (negara) dianggap rumit. Kemudian revitalisasi hukum adat berbasis Restorative Justice bersifat penting karena memberikan peluang untuk menempatkan korban sebagai subjek utama, menuntut akuntabilitas pelaku serta mendorong rekonsiliasi yang sehat. Revitalisasi diarahkan pada norma adat yang berbasis gender, kelembagaan adat yang inklusif dan budaya hukum masyarakat yang menghargai hak perempuan. 

Sidang promosi doktor dihadiri oleh Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D. selaku ketua penguji, anggota penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Marcus Priyo Gunarto, S.H., M.Hum., Dr. Sulastriyono, S.H., M.Si., Dr. Supriyadi, S.H., M.Hum., dan Prof. Dr. Dra. Sulistyowati Irianto, M.A. (FH UI) selaku penguji eksternal kemudian Dr. Djoko Sukisno, S.H., C.N. dan Sri Wiyanti Eddyono, S.H.,LL.M. (HR)., Ph.D. selaku tim promotor. Lilian G.F Apituley dikukuhkan menjadi lulusan doktor ke 277 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan lulusan doktor ke 7081 Universitas Gadjah Mada. Keberhasilan Lilian G.F Apituley mencerminkan komitmen Fakultas Hukum UGM dalam mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 16 tentang Institusi yang Kuat dan Berkeadilan. Karya disertasi Lilian G.F Apituley tidak hanya memperbanyak keilmuan mengenai pilihan hukum perempuan sebagai korban dalam penyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga, namun juga memberikan nilai keadilan dan melindungi hak-hak perempuan menuju hidup yang lebih bermartabat. 

Author : Alexandra Lisa Wijaya (PDIH)

TAGS :  

Latest News

UGM Faculty of Law, NRGS, and PT Pertamina (Persero) Continue the 2026 Pertamina Mini Master of Law Program in Its Second Week of Learning

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Pusat Kajian Tata Kelola Sumber Daya Alam (Natural Resources Governance Studies/NRGS) bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) melalui …

BLC of UGM Faculty of Law Collaborates with RRI Pro 2 Jogja to Promote MSME Legal Literacy through Legal Education Broadcast

Rabu (6/5/2026), Business Law Community (BLC) Fakultas Hukum UGM bekerja sama dengan RRI 2 Pro Jogja menyelenggarakan Siaran Penyuluhan Hukum bertajuk “UMKM Naik Kelas: Usaha …

Suluh Praja and Desa Mitra Collaboration: The Collaboration of PKBH FH UGM, Kejati DIY, and Dema Justicia in Conducting Legal Counseling on Village Treasury Land Management and Village Tourism in Merdikorejo Village, Sleman

Jumat (8/5/2026), Fakultas Hukum Universitas Gadjah mada (FH UGM) melalui unit Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) bersama dengan Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati …

Scroll to Top