Delegasi FH UGM Raih Runner Up International Negotiation Competition 2026 National Round, Perkuat Kompetensi Negosiasi Hukum Internasional

Perjalanan delegasi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) dalam International Negotiation Competition (INC) 2026 National Round menjadi pengalaman yang penuh dinamika, pembelajaran, dan tantangan berharga. Dalam kompetisi ini, Fakultas Hukum diwakili oleh Alternative Dispute Resolution Enhancement Society (ATHENS). Kompetisi ini merupakan bagian dari ajang negosiasi hukum internasional yang mempertemukan mahasiswa hukum terbaik dari seluruh Indonesia untuk beradu strategi dan keterampilan negosiasi profesional. Diselenggarakan di Universitas Diponegoro, kompetisi ini menjadi gerbang seleksi menuju putaran internasional yang akan berlangsung di Kanada. Bagi delegasi FH UGM, pencapaian sebagai Runner Up of The INC National Rounds 2026 bukan sekadar gelar, melainkan refleksi dari proses panjang yang dipenuhi kerja keras, adaptasi, dan kepercayaan tim.

Persiapan dimulai jauh sebelum kompetisi berlangsung. Tim membagi peran secara strategis, yakni satu sebagai lead negotiator yang berfokus pada penyampaian argumen secara persuasif, dan satu lagi sebagai strategist yang memastikan arah negosiasi tetap taktis serta berorientasi pada kepentingan klien. Berbagai sesi latihan dijalani, mulai dari role play kasus negosiasi kompleks hingga simulasi tekanan waktu yang menuntut pengambilan keputusan cepat namun tetap rasional. Tidak jarang latihan tersebut diwarnai evaluasi kritis dan diskusi mendalam yang justru memperkuat sinergi tim.

Babak awal menjadi tantangan tersendiri. Delegasi dihadapkan pada berbagai skenario kasus yang realistis, menuntut kemampuan mengidentifikasi kepentingan para pihak, merumuskan strategi negosiasi, serta menjaga keseimbangan antara kepentingan hukum dan pendekatan kolaboratif. Setiap ronde menghadirkan dinamika baru, mulai dari lawan yang agresif hingga yang sangat diplomatis, sehingga tim harus terus beradaptasi dalam gaya komunikasi, teknik persuasi, dan manajemen konflik.

Memasuki babak lanjutan di Semarang, atmosfer kompetisi terasa semakin intens. Setiap tim menunjukkan kualitas negosiasi yang tinggi, menjadikan setiap sesi sebagai ajang adu strategi yang sesungguhnya. Dalam beberapa ronde, delegasi harus berpikir cepat untuk mengubah pendekatan, mengelola deadlock, dan tetap menjaga hubungan baik dengan pihak lawan demi mencapai solusi yang saling menguntungkan. Pengalaman ini memperkuat pemahaman bahwa negosiasi bukan sekadar memenangkan posisi, tetapi tentang membangun kesepahaman yang berkelanjutan.

Ketika pengumuman pemenang dibacakan dan nama delegasi FH UGM disebut sebagai Runner Up, perasaan bangga dan haru menjadi satu. Hasil ini membuktikan bahwa seluruh proses yang dilalui, mulai dari persiapan hingga setiap ronde kompetisi, tidak sia-sia. Lebih dari sekadar kompetisi, INC 2026 National Round memberikan pemahaman mendalam mengenai praktik negosiasi hukum internasional. Keberhasilan dalam negosiasi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan argumen, tetapi juga kemampuan mendengarkan secara aktif, memahami kepentingan pihak lain, serta menjaga profesionalitas dan etika dalam setiap proses.

Pengalaman ini juga memperluas jejaring delegasi dengan mahasiswa, akademisi, dan praktisi hukum dari berbagai institusi di Indonesia. Hal tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon praktisi hukum untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Ke depannya, pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan negosiasi dan membawa nama Indonesia lebih jauh di kancah internasional.

Prestasi ini sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas mahasiswa dalam keterampilan negosiasi, komunikasi, dan pemecahan masalah berbasis praktik. Selain itu, kompetisi ini turut mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh karena menanamkan pentingnya penyelesaian sengketa secara damai, profesional, dan berkeadilan. Partisipasi dalam forum nasional dan internasional juga mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui jejaring kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan praktisi hukum lintas institusi.

Penulis: Nindita Putri N. (ATHENS)
Editor: PR

TAGS :  

Latest News

Fakultas Hukum UGM Raih Prestasi Internasional di MediateGuru’s 6th Virtual International Mediation Competition 2026

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Delegasi FH UGM yang terdiri dari Cindy Irthania (2023), Rifada Khalida …

Faculty Of Law, UGM With Natural Resources Governance Studies (NRGS) And PT Pertamina (Persero) Officially Opens The Pertamina Mini Master Of Law Program 2026

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Pusat Kajian Tata Kelola Sumber Daya Alam atau Natural Resources Governance Studies (NRGS) kembali menjalin kolaborasi strategis dengan …

PKBH FH UGM dan RRI Pro 2 Yogyakarta Siarkan Edukasi Hukum “Gaji Jogja, Kontrak Buta: untuk Lindungi Freelancer dan Anak Magang” 

Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 Yogyakarta menyelenggarakan program siaran penyuluhan …

Scroll to Top