FH UGM Selenggarakan Pelatihan APAR untuk Bangun Budaya Siaga dan Tanggap Darurat

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) menyelenggarakan Pelatihan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bertema “Membangun Budaya Siaga dan Tanggap Darurat” pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana, memperkuat pengetahuan warga kampus tentang keselamatan kerja, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan responsif terhadap potensi keadaan darurat.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi oleh Nunu Lutfi, ST., M.Ec.Dev., selaku Kepala Tim Kerja Kedaruratan K5L UGM. Dalam materinya, beliau menjelaskan konsep dasar mengenai api, teori segitiga api (Triangle of Fire), dan berbagai metode pemadaman kebakaran, termasuk proses isolasi oksigen, penguraian bahan bakar, serta pendinginan menggunakan air. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada komponen APAR, tata letak APAR yang ideal, pengecekan tekanan manometer, serta pentingnya pemeriksaan rutin untuk memastikan alat berfungsi optimal. Materi ini diperkaya dengan penjelasan mengenai sistem proteksi aktif UGM, termasuk jaringan hidran, sprinkler, dan sarana penyelamatan diri lainnya yang merujuk pada standar keselamatan kampus.

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan yang dipandu oleh tim Kedaruratan K5L UGM: Gunawan Praptono, Choirul Anwar, Ngabdan Endra Saputra, dan Masrukhan. Pada sesi ini, peserta diberi kesempatan mencoba secara langsung penggunaan APAR, mulai dari teknik mengarahkan nozzle, menjaga jarak aman, hingga mengenali jenis kebakaran yang dapat ditangani oleh media pemadam tertentu. Peserta juga diberi kesempatan mencoba memperagakan teknik pemadaman yang benar dan aman, sehingga memperoleh pengalaman praktis yang sangat penting ketika menghadapi kondisi darurat.

Pelatihan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa, petugas kebersihan (cleaning service), hingga staf keamanan (SKKK). Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi materi dan praktik, mencerminkan kepedulian seluruh sivitas akademika terhadap keselamatan di lingkungan kampus. Kegiatan ini memberikan pengetahuan penting mengenai tata kelola kedaruratan sekaligus menanamkan kesadaran bahwa kebakaran merupakan risiko yang dapat dicegah melalui kesiapsiagaan dan pelatihan yang tepat.

Penyelenggaraan pelatihan ini tidak hanya menjadi bagian dari peningkatan literasi keselamatan, tetapi juga selaras dengan komitmen FH UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui penguatan kapasitas kedaruratan, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) dengan meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada komunitas pendidikan. Selain itu, pelatihan ini mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena pengelolaan risiko kebakaran merupakan bagian dari mitigasi dampak iklim terhadap infrastruktur dan ruang publik.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Fakultas Hukum UGM menegaskan komitmennya dalam mewujudkan budaya kampus yang aman, tanggap, dan peduli keselamatan, sesuai dengan standar K5L UGM. Fakultas berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh, sehingga mampu mengambil tindakan yang cepat dan tepat dalam menghadapi situasi darurat, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi semua.

TAGS :  

Latest News

Dosen Departemen Hukum Islam FH UGM Menjadi Narasumber Pada Kolegium Hukum Islam Kontemplasi Akhir Tahun 2025

Sabtu (27/12/2025), Dosen Departemen Hukum Islam Fakultas Hukum UGM, Prof. Dr. Hartini, S.H., M.Si. menjadi narasumber dalam kegiatan webinar Kolokium Hukum Islam Kontemplasi Akhir Tahun …

Perkuat Pendidikan Hukum Berbasis Praktik, FH UGM Laksanakan Program Magang Mahasiswa di Kejati DIY

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) secara resmi melaksanakan kegiatan penerjunan mahasiswa magang di Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY). Periode magang ini …

Policy Paper: Urgensi Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pembiayaan Industri Kementerian Perindustrian

Tekanan perekonomian global, meningkatnya kompetisi perdagangan internasional, serta masuknya produk impor berharga murah telah menurunkan daya saing industri dalam negeri, khususnya industri padat karya. Kondisi …

Scroll to Top