Sri Wiyanti Eddyono Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan Bangsa

Sabutu (28/6/2025), Sri Wiyanti Eddyono, S.H., LL.M.(HR), Ph.D., dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk “Narasi Perempuan dalam Pembangunan Bangsa” yang digelar di Ruang Literasi Kaliurang. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan “Satu Pekan Bersama Bung Besar” yang mengangkat kembali gagasan Sukarno tentang emansipasi perempuan melalui karyanya Sarinah. Kehadiran Sri Wiyanti menegaskan peran FH UGM dalam mengarusutamakan kesetaraan gender sebagai bagian penting pembangunan Indonesia.

Dalam diskusi, Sri Wiyanti menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan Indonesia, mulai dari meningkatnya angka perkawinan anak pasca pandemi, diskriminasi melalui ratusan peraturan daerah, hingga feminisasi kemiskinan yang membuat perempuan lebih rentan secara ekonomi. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan yang tidak responsif gender hanya akan memperkuat ketimpangan sosial. Ia menekankan perlunya kebijakan hukum dan sosial yang berpihak pada perempuan, serta partisipasi aktif masyarakat sipil untuk mengawal agenda kesetaraan.

Kegiatan ini juga menghadirkan Fanda Puspitasari, serta dipandu oleh moderator Wasingatu Zakiyah. Kehadiran tokoh akademisi, aktivis, dan masyarakat umum menjadikan diskusi ini sebagai ruang refleksi sekaligus arena strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Melalui dialog lintas perspektif, acara ini memperkaya pemahaman peserta tentang warisan gagasan Sukarno sekaligus relevansinya dengan konteks Indonesia saat ini.

Forum ini sejalan dengan komitmen global Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 5 (Kesetaraan Gender), dengan menekankan pentingnya menghapus diskriminasi dan mendorong peran perempuan dalam ruang publik maupun domestik. Kedua, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), melalui advokasi kebijakan yang lebih adil bagi kelompok rentan, termasuk perempuan miskin dan minoritas. Ketiga, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), dengan memperkuat tata kelola hukum yang melindungi hak perempuan. Melalui peran aktif Sri Wiyanti, FH UGM menegaskan diri sebagai pusat akademik yang terus menjembatani kajian kritis dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang inklusif.

Poster merupakan milik Ruang Literasi yang diunggah melalui akun instagram dan website Ruang Literasi.

TAGS :  

Latest News

FH UGM Gelar Workshop Double/Joint Degree dan Skema Pembiayaan LPDP untuk Perluas Akses Studi Internasional

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada melalui Program Studi Magister Ilmu Hukum menyelenggarakan Workshop Double/Joint Degree Program: Mitra UGM dan Skema Pembiayaan LPDP. Workshop ini diselenggarakan …

Seminar Nasional PANDEKHA FH UGM Soroti Problem Hukum dan HAM dalam Rancangan Perpres Pelibatan TNI

Pusat Kajian Demokrasi, Konstitusi, dan Hak Asasi Manusia (PANDEKHA) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada bersama Raksha Initiatives dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan …

MIH UGM Kampus Jakarta dan Ditjen Imigrasi Gelar Penyuluhan Hukum KUHAP 2026, Perkuat Penegakan Hukum Keimigrasian Berbasis Prinsip SDGs

Prodi MIH UGM (Kampus Jakarta) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyelenggarakan kegiatan penyuluhan hukum dengan tema “Penegakan Hukum Keimigrasian Pasca …

Scroll to Top