Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pengajian dan Doa Bersama dalam rangka pembukaan Dies Natalis ke-80 (Lustrum XVI) pada Kamis (5/2/2026) di Auditorium Gedung B Fakultas Hukum UGM. Kegiatan ini mengangkat tema Memahami Al-Qur’an untuk Memperkuat Semangat Kebangsaan dalam Bingkai Kebhinekaan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Tantan Qital Barozi, S.Ag. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia Dies Natalis, Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M., dan dilanjutkan sambutan Dekan Fakultas Hukum UGM, Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D. Pembukaan Dies Natalis secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh Dekan FH UGM didampingi ketua panitia dan sekretaris dies.
Pengajian dan Doa Bersama menghadirkan Ustaz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., M.Si., Ph.D. sebagai narasumber. Dalam pengajiannya, ia memaparkan kondisi masyarakat pada masa turunnya Al-Qur’an yang masih diliputi sikap jahiliyah, seperti kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran, termasuk oleh kalangan terpandang pada masa itu.

Selain itu, ia menguraikan bahwa masyarakat jahiliyah memandang rendah perempuan, sementara kehadiran Al-Qur’an memuliakan kedudukan perempuan dan menjunjung tinggi hak-haknya. Islam juga hadir untuk menghapus ketidakadilan yang kala itu terjadi secara terbuka, termasuk praktik perbudakan, dengan membawa semangat pembebasan dan kemanusiaan.
Lebih lanjut, Ustaz Das’ad Latif menekankan makna ayat pertama Al-Qur’an yang turun dalam Surah Al-‘Alaq, yaitu perintah membaca. Perintah membaca tersebut dijelaskan sebagai dorongan untuk mengatasi kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan melalui ilmu pengetahuan. Ia juga menekankan bahwa ilmu harus disertai dengan sikap kerendahan hati dan mengagungkan Tuhan, agar tidak terjerumus kembali pada kesombongan.




