Kepala Departemen Hukum Pajak ditetapkan sebagai Lektor Kepala, Dorong Integrasi HAM dalam Pendidikan Pajak

Dr. Arvie Johan, S.H., M.Hum., resmi diangkat sebagai Lektor Kepala oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI pada 1 Desember 2024. Pengangkatan ini menjadi tonggak penting dalam karier akademiknya sekaligus menegaskan dedikasinya pada bidang hukum pajak yang berkeadilan dan berbasis hak asasi manusia (HAM).

Melalui peran barunya, Dr. Arvie Johan berencana mengembangkan kurikulum inovatif yang menggabungkan perspektif HAM dalam studi hukum pajak. Pendekatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas yang inklusif, serta SDG 16 yang menekankan keadilan, transparansi, dan lembaga yang kuat. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam pengajaran dan penelitian, Dr. Johan berupaya mencetak lulusan hukum yang mampu menjadi agen perubahan dalam sistem perpajakan nasional.

Pengangkatan ini turut memperkuat posisi UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu hukum yang responsif terhadap isu sosial dan kemanusiaan. Komunitas akademik menyambut positif kontribusi Dr. Johan dalam memperluas cakrawala pendidikan hukum menuju keadilan sosial yang berkelanjutan.

TAGS :  

Latest News

Dosen Departemen Hukum Islam FH UGM Menjadi Narasumber Pada Kolegium Hukum Islam Kontemplasi Akhir Tahun 2025

Sabtu (27/12/2025), Dosen Departemen Hukum Islam Fakultas Hukum UGM, Prof. Dr. Hartini, S.H., M.Si. menjadi narasumber dalam kegiatan webinar Kolokium Hukum Islam Kontemplasi Akhir Tahun …

Perkuat Pendidikan Hukum Berbasis Praktik, FH UGM Laksanakan Program Magang Mahasiswa di Kejati DIY

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) secara resmi melaksanakan kegiatan penerjunan mahasiswa magang di Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY). Periode magang ini …

Policy Paper: Urgensi Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pembiayaan Industri Kementerian Perindustrian

Tekanan perekonomian global, meningkatnya kompetisi perdagangan internasional, serta masuknya produk impor berharga murah telah menurunkan daya saing industri dalam negeri, khususnya industri padat karya. Kondisi …

Scroll to Top