Gelar Kuliah Umum Jelang Pilkada 2024, PANDEKHA FH UGM Gandeng Perludem

Pusat Kajian Demokrasi, Konstitusi, dan Hak Asasi Manusia (PANDEKHA) FH UGM bersama dengan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyelenggarakan kuliah umum selama dua hari, pada Jumat (18/9/2024) hingga Sabtu (19/9/2024). Sebanyak 20 peserta, terdiri dari 10 mahasiswa dan 10 jurnalis, mengikuti kuliah umum yang dilaksanakan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Tema yang diusung kali ini ialah “Prebunking dan Jurnalisme di Era Disinformasi”. Materi Workshop pada sesi pertama disampaikan oleh Dosen Departemen Hukum Tata Negara FH UGM, Dr. Yance Arizona, S.H., M.H., M.A. Dr. Yance menjelaskan berbagai problematika yang mungkin terjadi selama Pilkada, seperti potensi voter suppression dan penyebaran disinformasi yang dapat mempengaruhi opini publik. Melalui materi ini, para peserta dibekali bagaimana mendeteksi informasi yang salah dan cara mencegahnya agar tidak menyebar lebih luas, khususnya di lingkungan digital yang semakin kompleks.

Dalam kuliah umum ini, narasumber menjelaskan mengenai pentingnya prebunking, yaitu metode untuk mendeteksi dan menangkal disinformasi sebelum informasi palsu menyebar luas. Materi yang disampaikan mencakup teknik-teknik untuk mengidentifikasi tanda-tanda disinformasi, serta bagaimana cara jurnalis dan mahasiswa bisa berperan aktif dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat selama masa Pilkada 2024. 

“Masyarakat harus diberikan pemahaman yang benar sebelum mereka terkena dampak disinformasi, dan disinilah peran penting kita sebagai agen literasi,” ungkap Dr. Yance..

Selama sesi praktikum, para peserta diajak membuat konten prebunking untuk menyebarkan informasi yang akurat dan memperkuat kualitas jurnalisme selama pemilu. Narasumber juga menekankan pentingnya kolaborasi antara jurnalis, mahasiswa, dan komunitas dalam memerangi disinformasi yang dapat mempengaruhi opini publik.

Perludem mengakhiri kuliah umum dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai teknik-teknik yang telah diajarkan. Heroik dari Perludem pun berharap, “Dengan bekal yang diperoleh dari kuliah umum ini, para peserta dapat menjadi pionir dalam melawan disinformasi dan turut menjaga integritas demokrasi kita menjelang Pilkada 2024.”

Kuliah umum ini mendukung pencapaian SDGs poin 16 yaitu “Peace, Justice, and Strong Institutions”. Fokus pada literasi informasi dan prebunking berkaitan langsung dengan upaya membangun institusi yang kuat dan adil, serta mendorong pemilu yang transparan dan bebas dari manipulasi. Dengan mempersiapkan jurnalis dan mahasiswa untuk melawan disinformasi, inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan partisipasi demokratis yang inklusif, menegakkan keadilan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemilu.


Penulis: Nasywa Ananditha Bilal (Pandekha)
Editor: PR

TAGS :  

Latest News

Strengthening Understanding of Labor Law, FH UGM and TVRI Yogyakarta Organize Pro Justicia Educational Broadcast on Worker Protection

Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) bekerja sama dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) Yogyakarta melaksanakan siaran penyuluhan hukum bertajuk “Pro Justicia: Perlindungan Pekerja”. Siaran yang …

[PENDAFTARAN PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI ADVOKAT FH UGM ANGKATAN XIX TAHUN 2026 BERSAMA PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA RUMAH BERSAMA ADVOKAT (PERADI RBA)]

Halo, Sobat Justicia! Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (PERADI RBA) menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat Angkatan XIX …

STRENGTHENING THE UNDERSTANDING OF CITIZENSHIP: FACULTY OF LAW UGM AND TVRI YOGYAKARTA HOLD LEGAL EDUCATION BROADCAST ON THE IMPLICATIONS OF NATURALIZATION AND HUMAN MOBILITY IN THE MODERN ERA

Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) bersama TVRI Yogyakarta berhasil melaksanakan siaran penyuluhan hukum bertajuk “Pro Justicia: Implikasi Naturalisasi dan Mobilisasi Manusia di Era Kini: …

Scroll to Top