Bahas Review Kurikulum dan Pedoman Akademik, Prodi Doktor Ilmu Syari’ah UIN Sunan Kalijaga Undang Dosen Fakultas Hukum UGM Sebagai Narasumber

Program Doktor Ilmu Syari’ah di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Workshop Pengembangan Program Studi. Workshop ini diadakan pada Selasa (13/8/24), bertempat di Ruang Zaraa 3, Lantai 9, Hotel Grand Rohan, Yogyakarta. Tujuan diadakannya workshop ini untuk melakukan tinjauan ulang terhadap Pedoman Akademik dan Kurikulum Program Doktor Ilmu Syari’ah. Dr. Khotibul Umam, S.H., LL.M., seorang Dosen Departemen Hukum Islam sekaligus Sekretaris Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, hadir sebagai narasumber khusus. Kegiatan tersebut diikuti oleh Pimpinan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, para dosen, mahasiswa, alumni, serta stakeholder Program Doktor Ilmu Syari’ah.

Dalam kesempatan itu, Dr. Khotibul Umam memaparkan materi tentang Penyusunan Kurikulum dan Pedoman Akademik dalam Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum UGM. Mateti tersebut meliputi dasar hukum penyusunan kurikulum, pengalaman review, dokumen relevan pasca penyusunan kurikulum, serta gambaran umum mengenai buku pedoman akademik. Secara komprehensif, Dr. Khotibul Umam juga menekankan substansi penting dari Permendikbud-Ristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Lebih lanjut, dalam regulasi tersebut diatur bahwa program doktor, setidak-tidaknya harus menguasai filosofi keilmuan bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu, serta pengetahuan dan teknologi melalui riset atau penciptaan karya orisinal dan teruji. 

Dalam workshop tersebut, Dr. Khotibul Umam juga berkesempatan menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan dinamika hukum Islam dalam ranah perkembangan hukum positif di Indonesia. Forum diskusi diikuti oleh seluruh peserta workshop dengan antusias, khususnya ketika Dr. Khotibul Umam membagikan pengalaman Program Doktor Ilmu Hukum FH UGM dalam menyusun pedoman akademik dan kurikulum beserta dinamika yang menyertainya. Suasana semakin hangat ketika sesi tanya jawab dibuka, para peserta menanyakan berbagai tantangan dan hambatan yang dialami dalam proses penyusunan kurikulum dan pedoman akademik. Dr. Khotibul Umam membagikan strategi yang dapat dilakukan dalam mengatasi beragam tantangan yang muncul sesuai dengan pengalamannya dalam menyusun kurikulum pada Program Doktor Ilmu Hukum FH UGM.Selain untuk meningkatkan kerjasama antar perguruan tinggi, kegiatan semacam ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-16 yaitu perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat.

Penulis: Mastri Imammusadin (Departemen Hukum Islam)

TAGS :  

Berita Terbaru

Delegasi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Raih Juara 2 Nasional pada Sam RatulangiLegal Writing Competition 2026.

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui delegasinya, Salsabila Zita Amalia (2023), Cut Kayla Layyina (2023), dan Fayyaza Naira Hafidz (2023) yang …

Pro Justicia TVRI Yogyakarta Bahas Hak Bantuan Hukum bagi Penyandang Disabilitas: Dorong Akses Keadilan yang Inklusif di DIY

Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan Program Pro Justicia bekerja sama dengan TVRI Yogyakarta sebagai bagian dari …

Ketua Program Studi MKn FH UGM Kembali Terpilih Menjadi Ketua BKS MKn FH PTN Se-Indonesia

 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui terpilihnya kembali Dr. Destri Budi Nugraheni, S.H., M.S.I., Ketua Program Studi …

Scroll to Top