Delegasi Mahasiswa Raih Juara 3 dalam Kompetisi Legal Opinion Fasih Law Fair 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa dalam ajang kompetisi hukum tingkat nasional. Delegasi mahasiswa berhasil meraih Juara 3 dalam Kompetisi Legal Opinion Fasih Law Fair 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kompetisi ini merupakan salah satu ajang bergengsi yang diikuti oleh mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan tujuan mengasah kemampuan analisis hukum, penalaran yuridis, serta keterampilan penyusunan dokumen legal opinion yang sistematis, argumentatif, dan solutif terhadap suatu permasalahan hukum aktual.

Delegasi dalam kompetisi ini terdiri dari Fakhrul Haholongan Pulungan (23/520490/HK/23790) dan Alfarizi Rona Putra Setiana (23/515988/HK/23613), yang berada di
bawah bimbingan dosen pendamping Diantika Rindam Floranti, S.H., LL.M. Dalam persiapan menghadapi kompetisi, tim delegasi melakukan serangkaian proses yang intensif, mulai dari pendalaman materi hukum, diskusi terhadap kasus posisi yang diberikan, penyusunan kerangka analisis, hingga penyempurnaan naskah legal opinion. Proses ini tidak hanya menuntut ketelitian dalam memahami fakta hukum, tetapi juga ketepatan dalam mengkonstruksikan argumentasi berbasis peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta yurisprudensi yang relevan.

Kompetisi Legal Opinion Fasih Law Fair 2026 diselenggarakan melalui beberapa tahapan seleksi yang ketat. Pada tahap awal, seluruh peserta diwajibkan untuk mengirimkan naskah legal opinion yang kemudian dinilai oleh dewan juri berdasarkan sejumlah indikator, seperti pemahaman terhadap kasus, ketepatan penggunaan dasar hukum, kekuatan analisis, sistematika penulisan, serta kualitas rekomendasi yang diajukan. Dari keseluruhan peserta, dipilih tiga tim terbaik yang berhak melaju ke babak final. Pada tahap final, para finalis mempresentasikan hasil analisis hukum mereka di hadapan dewan juri, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab secara mendalam guna menguji konsistensi argumentasi, kemampuan berpikir kritis, serta ketanggapan dalam merespons isu hukum yang berkembang.

Dalam proses final tersebut, delegasi menunjukkan performa yang optimal dengan menyampaikan analisis hukum secara sistematis, argumentatif, dan komunikatif. Tim mampu menguraikan isu hukum secara jelas, mengaitkan fakta dengan norma hukum yang relevan, serta memberikan solusi hukum yang logis dan aplikatif. Selain itu, kemampuan dalam menyampaikan gagasan secara lisan dan menjawab pertanyaan dari dewan juri secara tepat turut menjadi faktor penting dalam keberhasilan tim meraih posisi Juara 3. Prestasi ini mencerminkan kualitas akademik dan kapasitas intelektual mahasiswa dalam mengintegrasikan teori dan praktik hukum secara komprehensif.

Lebih jauh, capaian ini memiliki keterkaitan yang erat dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada Tujuan 4 (Quality Education) dan
Tujuan 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions). Melalui partisipasi dalam kompetisi akademik berbasis analisis hukum, mahasiswa turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang berorientasi pada penguatan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan problem solving. Selain itu, substansi kompetisi legal opinion yang berfokus pada penyelesaian persoalan hukum mencerminkan kontribusi nyata dalam mendorong terciptanya sistem hukum yang adil, akuntabel, dan berkeadilan, sebagaimana diamanatkan dalam SDGs poin 16. Kemampuan mahasiswa dalam mengkaji pertanggungjawaban hukum, perlindungan hak asasi manusia, serta mekanisme pemulihan korban dalam kasus yang dianalisis juga menunjukkan peran strategis generasi muda dalam mendukung penguatan institusi hukum dan supremasi hukum di Indonesia.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik secara internal maupun eksternal. Secara internal, prestasi ini diharapkan dapat meningkatkan semangat akademik mahasiswa untuk terus berprestasi dan aktif mengikuti berbagai kompetisi ilmiah. Secara eksternal, keberhasilan ini turut berkontribusi dalam meningkatkan reputasi institusi di tingkat nasional, khususnya dalam bidang keilmuan hukum. Selain itu, partisipasi dalam kompetisi legal opinion juga menjadi sarana strategis dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon praktisi hukum yang memiliki kemampuan analisis yang tajam, integritas akademik yang tinggi, serta kepekaan terhadap isu-isu hukum di masyarakat.

Penulis: Delegasi FH UGM

TAGS :  

Berita Terbaru

Menakar Kekuatan Hukum Kuitansi dalam Peralihan Hak Atas Tanah: Edukasi Kolaboratif Mahasiswa Notariat UGM dengan Praktisi Notaris & PPAT Melalui Siaran RRI Pro 2 Yogyakarta

Praktik transaksi jual beli tanah di bawah tangan yang mengandalkan selembar kuitansi bermeterai masih menjadi fenomena yang sangat lazim di tengah masyarakat, khususnya di wilayah …

Membangun Ruang Aman Sekolah melalui Edukasi Hukum: Kolaborasi UGM Kampus Jakarta dan Pertamina Nusantara Regas di Pulau Pramuka

Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar,) KMMIH UGM (Kampus Jakarta) berkolaborasi dengan Pertamina Nusantara Regas menyelenggarakan kegiatan penyuluhan hukum bertajuk …

Pendidikan Khusus Profesi Advokat Angkatan XIX, Secara Resmi Telah Selesai

Perkuliahan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan XIX tahun 2026 resmi ditutup pada hari Sabtu (23/5/2026) yang diselenggarakan secara bauran (hybrid) bertempat di Ruang 3.1.1 …

Scroll to Top