Selangkah Lebih Dekat dengan Proses Legislasi PBB, Mahasiswi FH UGM Menyuarakan Suara Anak Muda dalam Perjuangan Mitigasi Perubahan Iklim

Salsalina Larasati, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada angkatan 2023, menjadi delegasi di ECOSOC Youth Forum 2025. Forum ini diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di United Nations Headquarters, New York, pada Selasa (15/4/2025) hingga Kamis (17/4/2025). Forum ini tak hanya menjadi forum dengan pemilihan delegasi yang bergengsi, namun menjadi langkah utama agar suara anak muda dapat didengar di proses legislasi PBB, terutama High-Level Political Forum di mana review terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) oleh perwakilan bangsa-bangsa, termasuk para menteri, akan dilakukan. 

Forum kali ini mengusung fokus pada SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 14 (Menjaga Ekosistem Laut), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai tujuan). Dalam sesi pleno forum, Laras sendiri melakukan intervensi pada sesi SDG 17 serta sesi regional, Asia-Pasifik. Pada intervensi tersebut, Laras mengadvokasikan untuk transisi ekonomi hijau lewat literasi iklim dengan dukungan antar-sektor yang melibatkan pemerintah, pihak swasta, maupun edukator. Selebihnya, Laras pun mengadvokasikan keperluan dalam melibatkan masyarakat adat dalam pengambilan keputusan sosioekonomi agar identitas budaya mereka pun dapat diakui serta diintegrasikan dalam aksi keberlanjutan lingkungan. 

Selain menghadiri sesi pleno, Laras mendapat kesempatan untuk mewakili konstituensi dari UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) pada pertemuan dengan UN Climate Action Team yang dinaungi oleh UN Secretariat. Pada momen langka tersebut, Laras tak hanya bertemu dengan perintis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang telah diakreditasi oleh PBB, namun juga Selwin Hart, Asisten dari Sektretaris General PBB dalam bidang Climate Action. Diskusi tersebut menghasilkan konklusi dalam perlunya literasi iklim serta lokalisasi maupun domestikisasi SDGs agar anak muda dapat mengakselerasi implementasi SDGs dengan pendekatan yang berbasis komunitas. Ini dikarenakan perlunya pengetahuan mengenai SDGs yang disesuaikan dengan pemahaman kultural dari komunitas yang beragam. 

Bagi Laras, menjadi delegasi di ECOSOC Youth Forum tak hanya membawanya lebih dekat kepada keterlibatan dalam proses legislasi internasional untuk mitigasi perubahan iklim yang mengcangkup hak asasi manusia dalam sustainability. Namun, juga membawa nama bangsa Indonesia maupun FH UGM ke kancah internasional. Kesuksesan dalam delegasi Laras di ECOSOC Youth Forum pun disukseskan dengan bimbingan serta dukungan dari dosen Hukum Internasional, Fajri Matahati Muhammadin, S.H., LL.M., Ph.D. 

Penulis: Salsalina Larasati (Delegasi)

TAGS :  

Berita Terbaru

FH UGM, LPKA Kelas II Yogyakarta, Dan RRI PRO 2 Yogyakarta Siarkan Edukasi Publik Tentang Hak Asasi Anak Berhadapan Dengan Hukum

 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), melalui Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) bersama Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta dan Radio …

Progam Pascasarjana Fakultas Hukum UGM Luluskan 89 Wisudawan

Program Pascasarjana menyelenggarakan kegiatan Pelepasan Wisudawan Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (21/1/2026). Sebanyak 89 wisudawan dari enam program studi magister secara resmi …

Soroti Eksistensi Ketentuan Pidana dalam Program ASI Eksklusif, Tisa Windayani Raih Gelar Doktor di FH UGM

Tisa Windayani, mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (PDIH FH UGM), resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul …

Scroll to Top