Seminar Nasional FH UGM Bahas Problematika Perlindungan Hak Cipta, Royalti, dan Peran Lembaga Manajemen Kolektif

Departemen Hukum Bisnis, bersama Program Studi Magister Hukum Bisnis dan Kenegaraan (MHBK) Fakultas Hukum UGM serta Center for Intellectual Property, Competition, and Dispute Settlement Mechanism Studies (CICODS), telah menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Mengurai Problematika Perlindungan Hak Cipta: Royalti dan Peranan Lembaga Manajemen Kolektif”.

Seminar ini dilaksanakan Selasa (23/9/2025) di Auditorium Gedung B Fakultas Hukum UGM dengan mengundang narasumber dari berbagai kalangan. Seminar ini diisi oleh Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum. (Wakil Menteri Hukum, Kementerian Hukum RI), Agung Damarsasongko, S.H., M.H. (Direktur Hak Cipta dan Desain Industri DJKI), Prof. David Price (Charles Darwin University, Australia), Prof. M. Hawin, S.H., LL.M., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Hukum UGM), Once Mekel, S.H. (musisi sekaligus legislator) yang dipandu oleh Laurensia Andrini, S.H., LL.M., Ph.D. sebagai moderator. 

Dalam seminar tersebut, Prof. Edward Omar Sharif Hiariej menegaskan komitmen pemerintah melindungi hak ekonomi pencipta dengan fokus pada skema tarif, kesadaran hukum, transparansi, dan pemanfaatan teknologi digital. Agung Damarsasongko menekankan peran sentral LMKN dan LMK meski masih ada celah transparansi yang perlu diatasi melalui teknologi. Dari perspektif internasional, Prof. David Price memaparkan praktik di Australia di mana royalti dikelola collecting societies dan sengketa diselesaikan melalui Copyright Tribunal, seraya menyoroti tantangan baru akibat perkembangan teknologi digital. Sementara itu, Prof. M. Hawin mendorong revisi regulasi agar mengakomodir prinsip fair use dan mengusulkan lisensi sinkronisasi diserahkan langsung kepada pemegang hak. Dari sisi praktisi, Once Mekel menekankan pentingnya kontrak yang adil bagi musisi, mengingat kompleksitas kepentingan dalam industri musik.

Sesi seminar ditutup dengan diskusi tanya jawab yang berlangsung interaktif, dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada para narasumber oleh Ketua Prodi MHBK, Irna Nurhayati, S.H., M.Hum., LL.M., Ph.D., bersama Ketua CICODS, Herliana, S.H., M.CommLaw., Ph.D.

Seminar nasional ini juga memiliki relevansi erat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Diskusi mengenai perlindungan hak cipta dan mekanisme distribusi royalti mendukung pencapaian SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan menjamin bahwa para pencipta memperoleh hak ekonomi yang adil atas karya mereka, sehingga mendorong industri kreatif berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, aspek edukasi hukum yang dikupas dalam forum ini selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena memberikan wawasan komprehensif kepada akademisi, praktisi, dan masyarakat mengenai hak cipta di era digital. Lebih jauh, keterlibatan lintas sektor—mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi hukum, hingga musisi—mewujudkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam memperkuat sistem perlindungan hukum dan menciptakan ekosistem industri kreatif yang inklusif serta transparan.

Penulis: Aika Fatiha Azhar dan Nabiel Harits Pratama (Departemen Hukum Bisnis)

TAGS :  

Berita Terbaru

FH UGM, LPKA Kelas II Yogyakarta, Dan RRI PRO 2 Yogyakarta Siarkan Edukasi Publik Tentang Hak Asasi Anak Berhadapan Dengan Hukum

 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), melalui Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) bersama Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta dan Radio …

Progam Pascasarjana Fakultas Hukum UGM Luluskan 89 Wisudawan

Program Pascasarjana menyelenggarakan kegiatan Pelepasan Wisudawan Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (21/1/2026). Sebanyak 89 wisudawan dari enam program studi magister secara resmi …

Soroti Eksistensi Ketentuan Pidana dalam Program ASI Eksklusif, Tisa Windayani Raih Gelar Doktor di FH UGM

Tisa Windayani, mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (PDIH FH UGM), resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul …

Scroll to Top