Nonton Bareng & Diskusi Konflik Agraria Berbasis HAM: Pemahaman dan Aksi Bersama

Komunitas Environmental Law Society (ELS) melalui Divisi Penataan Ruang bekerja sama dengan Pusat Kajian Hukum dan Keadilan Sosial (LSJ) menyelenggarakan acara Nonton Bareng & Diskusi pada Kamis (16/05/2024). Acara ini bertempat di Ruang Pusat Studi, Gedung IV Fakultas Hukum UGM. Kegiatan nobar dan diskusi ini dihadiri oleh 25 mahasiswa, baik dari  Fakultas Hukum maupun fakultas tetangga seperti Fisipol dan FIB UGM.

Kegiatan bertajuk “Konflik Agraria Berbasis HAM: Pemahaman dan Aksi Bersama” ini bertujuan memberikan wawasan serta pemahaman lebih luas mengenai isu agraria, lingkungan, dan HAM. Selain itu, diskusi ini juga memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara mahasiswa dan pakar/praktisi terkait. Diskusi ini juga diharapkan dapat membangkitkan keaktifan mahasiswa dalam menggalang kesadaran dan partisipasi bersama dalam menemukan solusi berkelanjutan untuk konflik agraria.

Kegiatan diawali dengan pemutaran film dokumenter “Tanah Moyangku” yang dirilis oleh WatchDoc Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka oleh 2 pemantik, yaitu Dr. Laksmi Adriani Savitri, M.Si. dari Research Centre of Democratic Economy UGM yang juga pernah menjadi dosen Antropologi Agraria di FIB UGM dan Albert Suprayogi Ginting, mahasiswa Departemen Hukum Agraria.

Pada sesi diskusi, pembicara pemantik menyampaikan refleksi mereka tentang konflik agraria yang digambarkan dalam film. Albert Suprayogi menekankan bahwa konflik agraria di Indonesia terjadi secara turun-temurun, mulai dari masa Hindia-Belanda hingga pasca-reformasi. Kemudian diperparah dengan penerbitan UU Cipta Kerja yang sering digunakan untuk melegitimasi proyek pemerintah dengan dalih kepentingan umum. Hal ini terbukti dari konflik agraria di Air Bengis, Rempang, dan lainnya. 

Laksmi Savitri memaparkan materi berjudul “Negara, Konflik Agraria & HAM: Potret Legalitas Neoliberal” yang mengkritisi peran negara dalam melanggengkan konflik agraria. Diskusi ini mencakup rekognisi masyarakat adat, wilayah, dan tanah adat, kekerasan struktural, serta peran legalitas neoliberal dalam membentuk kekerasan kapital (capital violence). Laksmi menekankan bahwa solusi konflik agraria harus meninjau akar masalahnya, bukan hanya permukaannya.

Sesi diskusi terbuka kemudian memberikan kesempatan bagi semua peserta untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan berbagi pengalaman terkait tema yang dibahas. Diskusi berlangsung dengan sangat aktif, antusias, dan substantif, mencapai tujuan forum ini untuk saling mengedukasi, mengadvokasi, dan mencari solusi atas masalah yang dihadirkan melalui film dan refleksi pembicara pemantik.

Penulis: Ramadani S. D. Nicholas (Environmental Law Society)

 

TAGS :  

Berita Terbaru

Upacara Penandatanganan MOU dan Simposium: Mengokohkan Kemitraan antara Fakultas Hukum Indonesia dan Korea

Jumat (24/05/2024) telah digelar Upacara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dan Simposium di Schubert Hall, President Hotel, Seoul, Korea. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Dekan …

Berbagi Kebahagiaan Melalui ALSA Charity & Social Event (CHASE) 2024

ALSA Charity & Social Event (CHASE) 2024 merupakan program kerja yang berada di bawah ampuan Divisi External Affairs ALSA LC UGM. Program kerja ini merupakan …

Fakultas Hukum UGM Luluskan 81 Wisudawan Sarjana

Fakultas Hukum UGM baru saja menyelenggarakan Pelepasan Wisudawan Periode III Tahun Akademik 2023/2024 pada Rabu (22/05/2024). Adapun pelepasan wisudawan yang diselenggarakan di Auditorium Gedung B …

Komunitas Environmental Law Society (ELS) melalui Divisi Penataan Ruang bekerja sama dengan Pusat Kajian Hukum dan Keadilan Sosial (LSJ) menyelenggarakan acara Nonton …

Jumat (24/05/2024) telah digelar Upacara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dan Simposium di Schubert Hall, President Hotel, Seoul, Korea. Kegiatan ini diselenggarakan …

ALSA Charity & Social Event (CHASE) 2024 merupakan program kerja yang berada di bawah ampuan Divisi External Affairs ALSA LC UGM. Program …

Fakultas Hukum UGM baru saja menyelenggarakan Pelepasan Wisudawan Periode III Tahun Akademik 2023/2024 pada Rabu (22/05/2024). Adapun pelepasan wisudawan yang diselenggarakan di …

Scroll to Top