Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Delegasi FH UGM yang terdiri dari Cindy Irthania (2023), Rifada Khalida Chaerunie (2023), dan Krishna Rajendra Gunawan (2024) berhasil meraih penghargaan Runner-Up Best Mediator yang diraih oleh Cindy Irthania dalam MediateGuru’s 6th Virtual International Mediation Competition.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh University of Kent dan Swansea University pada 10 sampai 12 April 2026 secara daring. Ajang ini merupakan salah satu kompetisi mediasi internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk menyelesaikan simulasi sengketa lintas yurisdiksi.
Dalam kompetisi ini, peserta dihadapkan pada berbagai konflik internasional yang didominasi oleh sengketa bisnis, seperti pengiriman kargo, kontrak perdagangan internasional, serta hubungan komersial lintas negara. Setiap tim dituntut untuk tidak hanya memahami aspek hukum secara komprehensif, tetapi juga mengedepankan kemampuan komunikasi, negosiasi, serta empati dalam mencapai solusi yang konstruktif dan berkelanjutan.
Bersaing dengan 44 tim dari 10 negara di seluruh dunia, tim FH UGM menunjukkan performa yang kompetitif dan konsisten sepanjang kompetisi. Setiap putaran menjadi ruang pembuktian kemampuan analisis, strategi mediasi, serta ketahanan dalam menghadapi dinamika konflik yang kompleks.
Menariknya, kompetisi ini berlangsung di tengah periode Ujian Tengah Semester (UTS). Di tengah tuntutan akademik yang padat, ketiga delegasi tetap mampu menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi. Hal ini mencerminkan kemampuan manajemen waktu serta komitmen yang kuat sebagai mahasiswa FH UGM.
Seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan kompetisi dibimbing oleh Herliana, S.H., M.ComLaw., Ph.D., yang memberikan arahan strategis dan pendampingan kepada tim. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan delegasi FH UGM di tingkat internasional.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi FH UGM, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing secara global dalam bidang Alternative Dispute Resolution. Kompetisi ini menjadi wadah pembelajaran yang berharga dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta penyelesaian sengketa secara damai.
Prestasi ini juga sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas akademik dan keterampilan praktis mahasiswa di tingkat internasional. Selain itu, kompetisi mediasi ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh karena menekankan pentingnya penyelesaian sengketa secara damai, efektif, dan inklusif. Partisipasi FH UGM bersama universitas dari berbagai negara juga mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi global dalam penguatan pendidikan hukum dan budaya dialog lintas negara.
Penulis: Krishna Rajendra Gunawan (Delegasi)




