Tampilkan Busana Adat NTT, FH UGM Ikuti Kirab Budaya Nitilaku Dies Natalis ke-76 UGM

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) turut berpartisipasi dalam Kirab Budaya Nitilaku yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-76 Universitas Gadjah Mada pada Minggu (14/12/2025). Keikutsertaan FH UGM menjadi wujud nyata komitmen fakultas dalam merawat keberagaman budaya sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di lingkungan akademik.

Dalam kegiatan tersebut, FH UGM menampilkan kekayaan budaya Nusantara dengan mengenakan kostum adat Nusa Tenggara Timur (NTT). Pilihan busana adat ini sejalan dengan tema besar Nitilaku tahun ini, yakni “Ruwat Rawat Kebangsaan”, yang menekankan pentingnya membersihkan, merawat, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan melalui penghormatan terhadap keberagaman budaya, tradisi, dan identitas lokal di Indonesia.

Sebanyak 20 orang civitas akademika FH UGM tergabung dalam kontingen fakultas yang mengikuti kirab budaya ini. Mereka berjalan bersama peserta lain dari berbagai fakultas dan unit kerja di lingkungan UGM, menempuh rute kirab dari gerbang Boulevard UGM hingga halaman Balairung UGM. Sepanjang perjalanan, kirab disambut antusias oleh sivitas akademika dan masyarakat yang turut menyaksikan perayaan budaya tahunan tersebut.

Keikutsertaan FH UGM dalam Kirab Budaya Nitilaku tidak hanya menjadi bentuk partisipasi seremonial, tetapi juga merepresentasikan peran perguruan tinggi dalam menjaga keberagaman budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan nilai SDG 4 (Quality Education) melalui pendidikan karakter dan penguatan kesadaran multikultural di kalangan mahasiswa, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) yang mendorong pelestarian warisan budaya sebagai identitas dan kekuatan sosial masyarakat.

Selain itu, semangat ruwat rawat kebangsaan yang diusung dalam kirab budaya ini juga relevan dengan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions), khususnya dalam upaya membangun masyarakat yang inklusif, harmonis, dan saling menghargai perbedaan. Melalui pendekatan budaya, FH UGM berupaya menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan keadilan sosial sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui partisipasi aktif dalam Kirab Budaya Nitilaku, FH UGM menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan hukum yang tidak hanya fokus pada pengembangan keilmuan, tetapi juga berperan dalam merawat kebhinekaan, memperkuat identitas nasional, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan budaya dan pendidikan.

TAGS :  

Berita Terbaru

FH UGM Gelar Pelepasan Purna Tugas Dr. Sulastriyono setelah 38 Tahun Mengabdi di Departemen Hukum Adat

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan acara Pelepasan Purna Tugas bagi Dr. Sulastriyono, S.H., M.Si., dosen Departemen Hukum Adat pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini menjadi …

Perkuat Pemahaman Perlindungan Konsumen, FH UGM dan RRI Pro 2 Yogyakarta Gelar Penyuluhan Terkait Penyelesaian Sengketa Konsumen Melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)

Rabu (4/3/2026), Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) bersama Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 Yogyakarta berhasil melaksanakan siaran penyuluhan hukum bertajuk “Santai Siang: Penyelesaian …

FH UGM Gelar Workshop Double/Joint Degree dan Skema Pembiayaan LPDP untuk Perluas Akses Studi Internasional

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada melalui Program Studi Magister Ilmu Hukum menyelenggarakan Workshop Double/Joint Degree Program: Mitra UGM dan Skema Pembiayaan LPDP. Workshop ini diselenggarakan …

Scroll to Top