FH UGM Jadi Tuan Rumah Semnas dan Raker BKS Dekan FH PTN Se-Indonesia

Rapat Kerja BKS Dekan FH PTN Se-Indonesia kembali digelar. Kali ini Fakultas Hukum UGM berkesempatan menjadi tuan rumah kegiatan rutin BKS Dekan FH PTN ini. Rangkaian kegiatan dilaksanakan mulai Senin (1/7/2024) hingga Rabu (3/7/2024). Adapun kegiatan terdiri dari seminar nasional dan rapat kerja.

Tema yang diusung seminar nasional kali ini adalah “Menata Masa Depan Pendidikan Tinggi Hukum di Indonesia”. Seminar ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. dari Institut Teknologi Bandung dan Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum selaku Ketua Senat Universitas Gadjah Mada. Dalam kesempatan hari ini Dr. Heribertus Jaka Triyana, S.H., LL.M., M.A. bertugas sebagai moderator yang memimpin jalannya seminar.

Setelah seminar, audiens dibagi menjadi 2 panel. Panel pertama merupakan Rapat Kerja Nasional BKS. Panel ini diikuti oleh para dekan fakultas hukum dari berbagai fakultas. Adapun, beberapa bahasan utama dalam panel ini ialah mengenai pergantian ketua BKS Nasional dan akreditasi internasional fakultas hukum. Panel kedua merupakan Rapat Kerja Pengelola Prodi S3. Panel ini diikuti oleh para ketua prodi, sekretaris prodi, dan beberapa perwakilan yang mewakili prodi doktor di univesitas-universitas negeri Indonesia.

TAGS :  

Berita Terbaru

Dosen Departemen Hukum Islam FH UGM Menjadi Narasumber Pada Kolegium Hukum Islam Kontemplasi Akhir Tahun 2025

Sabtu (27/12/2025), Dosen Departemen Hukum Islam Fakultas Hukum UGM, Prof. Dr. Hartini, S.H., M.Si. menjadi narasumber dalam kegiatan webinar Kolokium Hukum Islam Kontemplasi Akhir Tahun …

Perkuat Pendidikan Hukum Berbasis Praktik, FH UGM Laksanakan Program Magang Mahasiswa di Kejati DIY

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) secara resmi melaksanakan kegiatan penerjunan mahasiswa magang di Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY). Periode magang ini …

Policy Paper: Urgensi Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pembiayaan Industri Kementerian Perindustrian

Tekanan perekonomian global, meningkatnya kompetisi perdagangan internasional, serta masuknya produk impor berharga murah telah menurunkan daya saing industri dalam negeri, khususnya industri padat karya. Kondisi …

Scroll to Top