Delegasi Mandiri yang diketuai oleh Maytri Gestart Ignatius (2023) dan beranggotakan Agra Rajwaa Ramadhan Putra (2023), Eva Selvia Putri Arlista (2023), Afanin Fariq Fajriya (2023), serta Rachma Ananda Sulaiman (2023) berhasil meraih Juara 3 dalam ajang National Legislative Drafting Competition (NLDC) 2026 yang diselenggarakan oleh FKPH Universitas Merdeka (UNMER) Malang.
Kompetisi ini menjadi salah satu wadah bergengsi bagi mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi untuk saling berhadapan, beradu gagasan, dan menyampaikan argumen terbaik melalui proses perancangan peraturan perundang-undangan (legislative drafting). NLDC 2026 mendorong peserta untuk tidak hanya mampu menyusun naskah regulasi secara sistematis, tetapi juga menghadirkan pemikiran yang relevan dan solutif dalam menjawab perkembangan isu hukum di Indonesia. Melalui rangkaian seleksi yang kompetitif, Delegasi Mandiri menunjukkan kemampuan yang kuat dalam menyusun rancangan peraturan perundang-undangan secara terstruktur. Ketelitian dalam penulisan norma, kesesuaian sistematika, serta kekuatan argumentasi menjadi faktor penting yang membawa tim meraih prestasi pada posisi Juara 3.
Pencapaian ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh anggota tim, sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata dalam penguatan kualitas legislasi melalui perspektif akademik. Keikutsertaan dalam NLDC 2026 juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengasah kemampuan analisis, riset, serta penyusunan gagasan hukum yang mampu menjawab tantangan masa kini. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi bekal positif bagi anggota tim untuk terus berkembang, serta dapat membawa manfaat tidak hanya bagi lingkungan akademik, tetapi juga bagi perkembangan hukum nasional dan masyarakat Indonesia secara lebih luas.
Keikutsertaan dan pencapaian Delegasi Mandiri dalam NLDC 2026 turut merefleksikan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kompetisi perancangan peraturan perundang-undangan ini selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena mendorong penguatan kapasitas akademik mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik dan riset legislatif. Selain itu, fokus pada penyusunan regulasi yang sistematis, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam upaya memperkuat kualitas legislasi dan tata kelola hukum yang baik. Dengan berpartisipasi aktif dalam forum akademik nasional, mahasiswa juga turut menghidupkan semangat kolaborasi dan pertukaran gagasan lintas perguruan tinggi, yang sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Eva Selvia Putri Arlista (Delegasi)




