Delegasi dari Asian Law Students’ Association Local Chapter Universitas Gadjah Mada (ALSA LC UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Tim delegasi berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Diponegoro Law Fair (DLF) 2025, yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum dan Unit Kegiatan Mahasiswa-Fakultas Kelompok Riset dan Debat (KRD) Fakultas Hukum Universitas Diponegoro pada 26 Oktober 2025.
Delegasi ALSA LC UGM terdiri atas Shafira Rahmatia Putri Hardiyanto, Annisa Dwi Alfianti, Nasywa Intan Ramadhanty, dan Hadza Unzila Ilaina sebagai Officials.
Dalam kompetisi yang mengusung tema “Supremasi Hukum sebagai Fondasi untuk Mewujudkan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan dalam Menghadapi Fluktuasi Ekonomi Global,” delegasi ALSA LC UGM memilih subtema Financial Technology (FinTech). Tema ini dianggap relevan dengan dinamika hukum dan ekonomi digital yang tengah berkembang pesat di Indonesia dan dunia.
Selama proses kompetisi, tim melalui beberapa tahapan seleksi mulai dari pengumpulan naskah karya ilmiah, penilaian oleh dewan juri, hingga tahap presentasi. Berkat analisis yang mendalam, argumentasi yang kuat, serta penyampaian yang komprehensif, delegasi ALSA LC UGM berhasil menempatkan diri di posisi tiga besar terbaik di antara peserta dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi, ALSA LC UGM menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, terutama kepada dosen pembimbing, pengurus, serta rekan-rekan yang turut berperan dalam proses persiapan kompetisi ini.
Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan keunggulan akademik mahasiswa FH UGM, tetapi juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Melalui riset dan analisis hukum di bidang Financial Technology, tim ALSA LC UGM berkontribusi dalam memperkuat tata kelola ekonomi digital yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem hukum yang adaptif terhadap kemajuan teknologi di Indonesia.
Penulis: Delegasi




