Pusat Kajian Law, Gender, and Society (LGS) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Sharing Session dengan mengangkat hasil riset tahun 2026 berjudul “Bertahan di Tengah Stigma: Kondisi Hidup dan Suara Transpuan dalam Mengakses Layanan HIV/AIDS (Studi 3 Kota di Indonesia)”. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis (30/4/2026), pukul 13.30 WIB hingga selesai, dengan lokasi yang akan diinformasikan melalui WhatsApp oleh tim penyelenggara kepada peserta yang telah mendaftar.
Diskusi ini dipantik oleh Rama Agung Nur Pratama, S.H., M.H.Kes., yang memaparkan hasil laporan riset 2026 mengenai kondisi hidup dan pengalaman komunitas transpuan di tiga kota di Indonesia dalam mengakses layanan kesehatan, khususnya layanan HIV/AIDS.
Dalam sesi ini, pemantik diskusi mengangkat suara komunitas transpuan yang selama ini menghadapi stigma dan diskriminasi berlapis, baik dari sisi identitas gender maupun status kesehatan, sehingga berdampak pada terbatasnya akses mereka terhadap layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan. Riset ini menyoroti pentingnya pendekatan layanan kesehatan yang inklusif dan sensitif terhadap kebutuhan kelompok rentan, serta mendorong penghapusan hambatan struktural dan sosial yang selama ini menghalangi transpuan untuk mengakses layanan HIV/AIDS secara setara.
Melalui sharing session ini, LGS FH UGM berharap dapat memperluas kesadaran publik mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi komunitas transpuan, sekaligus mendorong kebijakan kesehatan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh kelompok masyarakat, tanpa terkecuali.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dorongan terhadap akses layanan HIV/AIDS yang inklusif dan setara; SDG 5 tentang Kesetaraan Gender melalui upaya menghapus stigma dan diskriminasi berbasis identitas gender; serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan dengan mendorong kebijakan dan layanan kesehatan yang lebih inklusif bagi kelompok rentan. Melalui riset dan diskusi publik, LGS FH UGM berupaya memperkuat kesadaran serta mendorong terwujudnya layanan kesehatan yang adil dan dapat diakses seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
Penulis: Pusat Kajian Law, Gender and Society

