Lomba International Dispute Negotiation Competition (INTENTION) 2021

INTENTION atau International Dispute Negotiation Competition 2021 adalah perlombaan negosiasi permasalahan internasional. Lomba ini diadakan oleh Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Lomba INTENTION dijurikan oleh berbagai dosen, praktisi hukum seperti pengacara dan para diplomat representatif Indonesia di luar negeri. Lomba ini diikuti oleh 16 partisipan dari Fakultas Hukum Universitas seantero Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro dan lain sebagainya.

Perlombaan ini normalnya diadakan di Universitas Airlangga, Surabaya pada tanggal 9-17 Oktober 2021. Namun karena kondisi Pandemi yang terjadi, lomba diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom. Sehingga setiap partisipan bisa mengikuti lomba tanpa harus pergi ke Surabaya.

Lomba ini ditujukan untuk mengasah kemampuan mahasiswa hukum dalam melakukan negosiasi dan untuk mengasah keterampilan mahasiswa hukum dalam menyelesaikan suatu konflik atau permasalahan hukum.

Dalam lomba INTENTION ini, partisipan dituntut untuk bernegosiasi dalam menyelesaikan permasalahan hukum internasional antara dua negara, organisasi internasional atau pun perusahaan internasional. Terdapat 10 kasus internasional seperti:
1. Sengketa Larangan berhijab di Uni Eropa antara Uni Eropa dan United Nations Human Rights Council
2. Sengketa permasalahan Muslim Uyghur di China antara China dan Uni Eropa
3. Sengketa Permasalahan polusi dan bahan polutan antara Shell Company dan Kerajaan Belanda.
4. Dan lain sebagainya.

Partisipan memainkan peran sebagai advokat internasional atau International Lawyer mewakili kepentingan negara atau perusahaan yang menjadi klien.

Partispan tidak hanya diminta untuk tahu dan melakukan riset mengenai kasus yang ada. Partisipan juga harus membuat rangkaian strategi dan taktik, sehingga pihak yang dibela dapat menang dan mendapatkan kepentingannya.

Kasus yang terdapat di kompetisi ini merupakan real cases, sehingga partisipan diminta untuk banyak melakukan riset mengenai kasus nyatanya, perkembangan kasus, resolusi hukum yang telah terjadi, kondisi dan posisi politik masing-masing negara, polemic yang ada, pihak-pihak yang terkait, undang-undang atau hukum yang mengatur permasalaha, konvensi internasional yang berlaku dan lain sebagainya.

Teuku Incusy dan Gabriella Joscelline mampu mengalahkan 15 tim lainnya yang datang dari berbagai universitas ternama. Untuk mencapai hal ini, dibutuhkan skill negosiasi yang mumpuni dan strategical thinking yang cukup advanced. Jiwa persuasif, kepemimpinan dalam mengatur alur negosiasi, dan kemahiran dalam bercakap adalah tiga hal yang sangat penting untuk mendapatkan kesuksesan dalam 7 ronde yang dilalui.

Meskipun perlombaan dilaksanakan secara daring, ketegangan tetap sangat dirasakan oleh para partisipan lomba.

TAGS :  

Berita Terbaru

FH UGM Gelar Pelepasan Purna Tugas Dr. Sulastriyono setelah 38 Tahun Mengabdi di Departemen Hukum Adat

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan acara Pelepasan Purna Tugas bagi Dr. Sulastriyono, S.H., M.Si., dosen Departemen Hukum Adat pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini menjadi …

FH UGM Gelar Workshop Double/Joint Degree dan Skema Pembiayaan LPDP untuk Perluas Akses Studi Internasional

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada melalui Program Studi Magister Ilmu Hukum menyelenggarakan Workshop Double/Joint Degree Program: Mitra UGM dan Skema Pembiayaan LPDP. Workshop ini diselenggarakan …

Seminar Nasional PANDEKHA FH UGM Soroti Problem Hukum dan HAM dalam Rancangan Perpres Pelibatan TNI

Pusat Kajian Demokrasi, Konstitusi, dan Hak Asasi Manusia (PANDEKHA) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada bersama Raksha Initiatives dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan …

Scroll to Top