Melanjutkan komitmennya dalam memperkaya wacana publik, Pusat Kajian Tata Kelola Sumber Daya Alam (NRGS) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada meluncurkan episode kedua dari seri podcast edukatif “NRGS Talk”. Dengan mengangkat tema “Mineral dari Samudra: Masa Depan Energi dan Teknologi”, diskusi yang diselenggarakan pada hari Selasa, 29 Juli 2025 di Gedung B Fakultas Hukum UGM ini memfasilitasi dialog interdisipliner untuk mengupas potensi dan tantangan pengelolaan sumber daya mineral laut dalam bagi Indonesia.
Seri diskusi yang disiarkan melalui kanal Pengetahuan FH UGM di YouTube ini bertujuan menjembatani diskursus akademik dengan masyarakat umum. Episode kali ini menghadirkan dua pakar dengan keahlian yang saling melengkapi: Dr. Agustina Merdekawati, S.H., LL.M., seorang ahli hukum internasional dari Fakultas Hukum UGM, dan I Made Andi Arsana, ST, ME, Ph.D, pakar di bidang geodesi dari Fakultas Teknik UGM, yang memberikan pandangan dari sisi teknologi dan pemetaan sumber daya.
Dalam paparannya, Dr. Agustina Merdekawati menggarisbawahi aspek keadilan dari perspektif hukum internasional, di mana kerangka regulasi yang ada saat ini berpotensi meminggirkan negara-negara berkembang. “Tanpa revisi Continental Shelf, laut hanya akan menjadi arena perebutan negara maju yang berteknologi, sementara keadilan bagi negara lain terabaikan,” ujarnya, menekankan perlunya reformasi kebijakan global. Melengkapi pandangan tersebut, I Made Andi Arsana, ST, ME, Ph.D, menegaskan bahwa kepemilikan hak saja tidak cukup. “Hak historis memberi Indonesia landasan, tetapi hanya dengan regulasi yang kuat, teknologi yang maju, dan kerja sama global, potensi itu dapat benar-benar terwujud,” jelasnya.
Dialog dalam podcast ini menyoroti sebuah konvergensi krusial antara penegakan hukum laut internasional dengan penguasaan inovasi teknologi. Diskusi ini tidak hanya menegaskan urgensi Indonesia untuk merumuskan strategi nasional yang komprehensif, tetapi juga berfungsi sebagai medium edukasi publik mengenai pentingnya menjaga kedaulatan sumber daya maritim di tengah kompetisi global yang semakin intensif.
Penyelenggaraan diskusi ini juga merefleksikan komitmen akademik yang kuat terhadap integrasi nilai-nilai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dalam pengembangan wacana kebijakan publik dan hukum. Melalui penguatan inovasi dan kerangka regulasi yang adaptif (SDG 9), diskusi ini mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, perhatian terhadap perlindungan dan pengelolaan ekosistem laut secara bertanggung jawab (SDG 14) menegaskan pentingnya keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Keseluruhan gagasan tersebut diperkuat oleh dorongan terhadap tata kelola hukum yang transparan, inklusif, dan berkeadilan (SDG 16), sehingga diskusi ini menempatkan NRGS UGM sebagai ruang strategis dalam merumuskan pemikiran lintas disiplin bagi pengelolaan sumber daya alam yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang dan kedaulatan nasional.
Penulis: Natural Resources Governance Studies (NRGS)




