{"id":46026,"date":"2026-11-05T15:33:07","date_gmt":"2026-11-05T08:33:07","guid":{"rendered":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/?p=46026"},"modified":"2026-11-05T15:33:07","modified_gmt":"2026-11-05T08:33:07","slug":"rapat-benchmarking-fakultas-hukum-universitas-nusa-cendana-dalam-rangka-penyusunan-kurikulum-berbasis-outcome-based-education-obe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/rapat-benchmarking-fakultas-hukum-universitas-nusa-cendana-dalam-rangka-penyusunan-kurikulum-berbasis-outcome-based-education-obe\/","title":{"rendered":"Rapat Benchmarking Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana dalam Rangka Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE)"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) menerima kunjungan benchmarking dari Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana dalam rangka penyusunan kurikulum berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Outcome-Based Education<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (OBE), Selasa (27\/10\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kegiatan\u00a0 dilaksanakan secara luring pada pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Program Studi MIH FH UGM dan diselenggarakan sebagai sarana pertukaran informasi serta pengalaman mengenai pengembangan dan penerapan kurikulum berbasis OBE di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam aspek penyusunan capaian pembelajaran dan evaluasi akademik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan pemaparan dari MIH FH UGM mengenai penerapan kurikulum berbasis OBE. Dijelaskan bahwa kurikulum MIH terdiri atas mata kuliah wajib dan mata kuliah wajib klaster yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Kurikulum baru yang mulai diterapkan pada Agustus 2026 tersebut mengalami penyesuaian jumlah SKS, dari 40 SKS menjadi 50 SKS, kemudian disesuaikan kembali menjadi 45 SKS. MIH juga lebih berfokus pada pengembangan keilmuan teoretis, sedangkan pendidikan hukum yang berorientasi pada aspek praktis tersedia pada program studi lain, seperti Magister Kenotariatan (MKn).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam penerapannya, OBE telah digunakan secara menyeluruh dalam proses pembelajaran MIH. Hal ini tercermin dalam RPKPS yang mengarahkan mahasiswa untuk mengikuti diskusi, presentasi, dan analisis kasus sesuai dengan topik perkuliahan. Setiap mata kuliah juga dipetakan agar berkontribusi terhadap pemenuhan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), yang selanjutnya diturunkan ke dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Selain itu, disampaikan mengenai pengembangan sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">e-exam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk mempermudah penilaian dosen serta penggunaan studi kasus sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pembahasan selanjutnya mencakup pengelolaan program studi dan penelusuran alumni. Dijelaskan bahwa program studi di FH UGM bertanggung jawab langsung kepada Dekan, sedangkan departemen berfokus pada pengembangan keilmuan. Pengelolaan akademik juga didukung oleh tenaga kependidikan dan mahasiswa yang bekerja sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">part-timer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Dalam pelaksanaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tracer study<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, MIH menghadapi kendala rendahnya respons alumni maupun pengguna lulusan. Untuk mengatasinya, program studi memanfaatkan jaringan alumni serta bekerja sama dengan Career Development Center (LCDC) dalam memperoleh dan menindaklanjuti data penelusuran lulusan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah pemaparan dari MIH FH UGM, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanggapan dari perwakilan Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana. Disampaikan bahwa Universitas Nusa Cendana masih menggunakan kurikulum lama, sementara tuntutan penerapan OBE mendorong perlunya pembaruan kurikulum. Universitas Nusa Cendana juga memiliki beberapa bidang peminatan, antara lain Hukum Tata Negara, Hukum Peradilan Pidana, dan Hukum Bisnis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam sesi tersebut, perwakilan Universitas Nusa Cendana menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai penyusunan kurikulum, khususnya terkait pencantuman Sustainable Development Goals (SDGs) secara eksplisit dalam RPKPS serta pilihan antara menambah jumlah mata kuliah atau meningkatkan bobot SKS mata kuliah yang telah tersedia. Selain itu, dibahas pula strategi pelaksanaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tracer study<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, termasuk media yang efektif untuk memperoleh respons alumni dan pengguna lulusan. Hal ini menjadi perhatian karena pengelolaan administrasi akademik di Universitas Nusa Cendana saat ini hanya didukung oleh satu orang staf akademik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menanggapi hal tersebut, dijelaskan bahwa penelusuran alumni dapat dilakukan dengan memanfaatkan LCDC sebagai unit yang berfokus pada pengembangan karier. Data yang diperoleh LCDC dapat diteruskan kepada program studi untuk ditindaklanjuti. Program studi juga dapat menghubungi atasan atau pengguna lulusan melalui jaringan alumni guna memperoleh data yang dibutuhkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Diskusi kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dari Unit Jamia mengenai evaluasi pembelajaran dan pengelolaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">team teaching<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Disampaikan bahwa evaluasi dapat dilakukan melalui beberapa basis penilaian sesuai karakteristik mata kuliah, dengan penggunaan studi kasus (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">case-based<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) sebagai salah satu metode yang lebih banyak diterapkan. Selain itu, penelusuran alumni menjadi salah satu instrumen untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pendidikan. Dalam pengelolaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">team teaching<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, setiap dosen perlu memiliki RPKPS yang jelas sejak awal agar pembagian tugas, materi pembelajaran, dan mekanisme evaluasi dapat berjalan secara terkoordinasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Melalui kegiatan benchmarking ini, Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana memperoleh berbagai informasi dan pengalaman mengenai penerapan kurikulum berbasis OBE di MIH FH UGM. Pembahasan mengenai penyusunan CPL dan CPMK, RPKPS, evaluasi pembelajaran, pengelolaan sumber daya manusia, serta penelusuran alumni diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses evaluasi dan pembaruan kurikulum di Universitas Nusa Cendana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarfakultas hukum dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.<\/span><\/p>\n<p class=\"translation-block\">Author: Master of Laws Program, Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) menerima kunjungan benchmarking dari Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana dalam rangka penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Selasa (27\/10\/2026). Kegiatan\u00a0 dilaksanakan secara luring pada pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Program Studi MIH FH UGM dan diselenggarakan sebagai sarana pertukaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":95,"featured_media":46027,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[28,218],"tags":[240,241,239,227,220],"class_list":["post-46026","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-berita-sdgs","tag-fakultas-hukum-ugm","tag-law-ugm","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdgs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46026","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/95"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46026"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46026\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46028,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46026\/revisions\/46028"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}