{"id":45885,"date":"2026-10-21T15:16:51","date_gmt":"2026-10-21T08:16:51","guid":{"rendered":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/?p=45885"},"modified":"2026-10-21T15:16:51","modified_gmt":"2026-10-21T08:16:51","slug":"seminar-nasional-mih-fh-ugm-bahas-tantangan-metodologis-dan-masa-depan-ilmu-hukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/seminar-nasional-mih-fh-ugm-bahas-tantangan-metodologis-dan-masa-depan-ilmu-hukum\/","title":{"rendered":"Seminar Nasional MIH FH UGM Bahas Tantangan Metodologis dan Masa Depan Ilmu Hukum"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) menyelenggarakan kegiatan\u00a0 Seminar Nasional dengan tema \u201cQuo Vadis Penelitian Hukum? Tantangan Metodologis dan Pengembangan Ilmu Hukum dalam Menjawab Persoalan Kontemporer.\u2019\u2019 Seminar ini dilaksanakan secara<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> hybrid, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">daring<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">melalui zoom meeting dan luring di Gedung B Fakultas Hukum UGM pada Senin (12\/10\/2026)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kegiatan yang diselenggarakan secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hybrid format<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini dihadiri oleh para akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Rangkaian acara dibuka resmi dengan sambutan dari Prof. Herliana, S.H., M.Com.Law., Ph.D. selaku Ketua Prodi MIH FH UGM. Acara ini dipandu oleh Dr. Mahaarum Kusuma Pertiwi, S.H., M.A., M.Phil. selaku moderator dan Sekretaris Prodi MIH FH UGM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sesi pemaparan diawali oleh Prof. Dr. Efa Laela Fakhriah, S.H., M.H. dari Universitas Padjadjaran yang menyoroti pembaruan hukum acara perdata. Beliau menekankan bahwa penyelesaian sengketa tidak boleh terjebak pada kepatuhan prosedur yang rigid. Akan tetapi, harus mengintegrasikan kepastian, keadilan, dan kemanfaatan. Riset hukum berperan vital dalam mendorong digitalisasi dalam kebaruan ilmu hukum. Adapun dalam prakteknya digitalisasi telah diaplikasikan dalam pembuktian elektronik, efektivitas mekanisme Gugatan Sederhana (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">small claim court<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), serta penguatan mediasi di pengadilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Materi selanjutnya dibawakan oleh Prof. Dr. Alfitri, M.Ag., LL.M., Ph.D. dari UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda mengenai posisi hukum Islam. Beliau mengurai trikotomi konseptual antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Syariah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (doktrin Ilahi mutlak), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Fiqh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (yurisprudensi manusia yang plural), dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Qanun\/Siyasah Syar&#8217;iyyah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (kebijakan negara). Menurutnya, penelitian hukum Islam masa kini harus bergeser dari sekadar positivisasi tekstual menuju pendekatan interdisipliner (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">socio-legal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">maqasid al-shari&#8217;ah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> guna menjembatani isu-isu kontemporer seperti zakat perusahaan hingga pengujian undang-undang di Mahkamah Konstitusi.<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-45887\" src=\"https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2026\/10\/Template-Watermark-Foto-13.jpg\" alt=\"\" width=\"1680\" height=\"945\" srcset=\"https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2026\/10\/Template-Watermark-Foto-13.jpg 1680w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2026\/10\/Template-Watermark-Foto-13-300x169.jpg 300w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2026\/10\/Template-Watermark-Foto-13-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2026\/10\/Template-Watermark-Foto-13-768x432.jpg 768w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2026\/10\/Template-Watermark-Foto-13-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2026\/10\/Template-Watermark-Foto-13-18x10.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1680px) 100vw, 1680px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dari sudut pandang hukum bisnis, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Parikesit Widiatedja, S.H., M.Hum., LL.M., Ph.D. dari Universitas Udayana mengulas fenomena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">defisit regulatif<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akibat pesatnya transaksi modern. Maraknya penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">smart contract<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, kecerdasan buatan (AI), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fintech lending<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan aset kripto memerlukan pendekatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">techno-jurisprudence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Hukum dituntut hadir secara adaptif melalui regulasi berbasis prinsip dan risiko (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">risk-based regulation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) agar mampu memberikan kepastian hukum tanpa menghambat inovasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya, Prof. Dr. Yetty Komalasari Dewi, S.H., M.L.I. dari Universitas Indonesia menekankan pentingnya wawasan geopolitik dan geoekonomi dalam kajian hukum perdagangan internasional. Di tengah krisis kelembagaan WTO, berkembangnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Regional Trade Agreements<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (seperti RCEP), dan munculnya aturan keberlanjutan global (EUDR\/CBAM), peneliti hukum didorong untuk menggunakan pendekatan berbasis data (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">text-as-data<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) serta membedah pertimbangan hukum (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ratio decidendi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">case law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> guna melahirkan riset yang berbobot.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sesi pemaparan ditutup oleh Prof. I Gusti Agung Made Wardana, S.H., LL.M., Ph.D. dari FH UGM yang mengkritik secara tajam tradisi penulisan hukum yang kerap abstrak, berbelit-belit, dan jarang dibaca. Ia mengingatkan bahwa riset hukum baru benar-benar memberikan kontribusi apabila dibangun dari pertanyaan yang tajam, ditulis dengan bahasa yang jelas, serta dipublikasikan di media yang tepat agar gagasannya dapat digunakan oleh praktisi, pembuat kebijakan, maupun masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Usai pemaparan seluruh materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber. Melalui seminar nasional ini, MIH FH UGM berharap dapat mendorong reorientasi metodologis bagi para mahasiswa dan peneliti hukum di Indonesia sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan menjawab tantangan zaman.<\/span><\/p>\n<p class=\"translation-block\">Author: Master of Laws Program, Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) menyelenggarakan kegiatan\u00a0 Seminar Nasional dengan tema \u201cQuo Vadis Penelitian Hukum? Tantangan Metodologis dan Pengembangan Ilmu Hukum dalam Menjawab Persoalan Kontemporer.\u2019\u2019 Seminar ini dilaksanakan secara hybrid, daring melalui zoom meeting dan luring di Gedung B Fakultas Hukum UGM pada Senin (12\/10\/2026) Kegiatan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":95,"featured_media":45886,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[240,241,228,227,237,220],"class_list":["post-45885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-fakultas-hukum-ugm","tag-law-ugm","tag-sdg-16-perdamaian-keadilan-dan-kelembagaan-yang-tangguh","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur","tag-sdgs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/95"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45885"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45888,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45885\/revisions\/45888"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}