{"id":41185,"date":"2026-02-13T08:44:02","date_gmt":"2026-02-13T01:44:02","guid":{"rendered":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/?p=41185"},"modified":"2026-02-19T09:06:01","modified_gmt":"2026-02-19T02:06:01","slug":"hadirkan-solusi-pidana-waktu-luang-untuk-overkapasitas-lapas-rugun-romaida-hutabarat-raih-gelar-doktor-di-ugm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/hadirkan-solusi-pidana-waktu-luang-untuk-overkapasitas-lapas-rugun-romaida-hutabarat-raih-gelar-doktor-di-ugm\/","title":{"rendered":"Hadirkan Solusi &#8220;Pidana Waktu Luang&#8221; untuk Overkapasitas Lapas, Rugun Romaida Hutabarat Raih Gelar Doktor di UGM"},"content":{"rendered":"<p>Program Studi Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada kembali mencetak lulusan doktor yang membawa pembaruan signifikan bagi sistem peradilan pidana Indonesia. <strong>Rugun Romaida Hutabarat<\/strong>, yang juga merupakan Ketua Program Studi Sarjana Hukum Universitas Tarumanegara, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul <em>\u201cKebijakan Selektif dan Limitatif dalam Penjatuhan Pidana Penjara Jangka Pendek sebagai Pemenuhan Tujuan Pemidanaan di Indonesia\u201d<\/em> dalam ujian terbuka dan promosi doktor pada  Jumat (13\/02\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kajiannya, Rugun menyoroti ketergantungan sistem hukum Indonesia pada pidana penjara yang menyebabkan kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) mengalami overkapasitas. Ia mengidentifikasi adanya dominasi pidana tunggal dalam aturan hukum lama (WvS) yang mencapai 67,4%, sehingga membatasi diskresi hakim untuk memberikan sanksi alternatif. Melalui analisis terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional), Rugun menawarkan penguatan kebijakan selektif dan limitatif agar penjatuhan pidana penjara jangka pendek dapat digantikan dengan pidana alternatif yang lebih manusiawi.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu terobosan yang diusulkan oleh Rugun adalah implementasi pidana waktu luang atau pidana angsuran. Konsep ini memungkinkan terpidana menjalani hukuman pada akhir pekan tanpa kehilangan peran fungsionalnya dalam keluarga dan komunitas sehingga mendukung tujuan rehabilitasi dan reintegrasi sosial secara nyata. Penerapan ini secara khusus ditujukan bagi pelaku tindak pidana berisiko rendah yang memiliki pekerjaan tetap dengan sistem pengawasan berbasis aplikasi oleh jaksa serta pendampingan oleh pembimbing kemasyarakatan untuk menjamin kepatuhan selama masa hukuman.<\/p>\n\n\n\n<p>Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh <strong>Prof. Adrianto Dwi Nugroho, S.H., Adv.LL.M., LL.D.<\/strong> selaku Ketua Penguji. Tim Promotor terdiri dari <strong>Prof. Dr. Marcus Priyo Gunarto, S.H., M.Hum.<\/strong> sebagai Promotor dan <strong>Dr. Aroma Elmina Martha, S.H., M.H.<\/strong> dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia sebagai Ko-Promotor. Adapun jajaran tim penguji yang lain meliputi <strong>Dr. Supriyadi, S.H., M.Hum.<\/strong>, <strong>Richo Andi Wibowo, S.H., LL.M., Ph.D.<\/strong>, <strong>Dr. Muhammad Fatahillah Akbar, S.H., LL.M.<\/strong>, serta <strong>Dr. Muhammad Rustamaji, S.H., M.H.<\/strong> dari Universitas Sebelas Maret selaku penguji eksternal. Berdasarkan penilaian tim penguji, Rugun dinyatakan lulus dengan Nilai A. Capaian ini menempatkan Rugun sebagai <strong>lulusan doktor ke-279 di Fakultas Hukum UGM<\/strong> dan <strong>doktor ke-7.152 di lingkungan Universitas Gadjah Mada.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Keberhasilan Rugun meraih gelar doktor di tengah statusnya sebagai orang tua tunggal (<em>single parent<\/em>) serta duka mendalam karena kehilangan kedua orang tuanya selama masa studi menjadi inspirasi tersendiri bagi hadirin yang hadir. Ketangguhan akademik ini mencerminkan komitmen terhadap pencapaian <em>Sustainable Development Goals<\/em> (SDGs), khususnya <strong>SDG ke-4 (Pendidikan Berkualitas)<\/strong> dan <strong>SDG ke-16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh)<\/strong>. Karya disertasi ini diharapkan tidak hanya memperkaya literatur hukum tata negara dan hukum pidana, tetapi juga menjadi pedoman strategis bagi Mahkamah Agung serta pembuat kebijakan dalam mengawal implementasi keadilan rehabilitatif, guna memastikan kemanfaatan hukum bagi para pencari keadilan benar-benar terwujud di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penulis<\/strong>: Wisnu Arya Audanta (<em>Part-timer <\/em>PDIH)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Studi Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada kembali mencetak lulusan doktor yang membawa pembaruan signifikan bagi sistem peradilan pidana Indonesia. Rugun Romaida Hutabarat, yang juga merupakan Ketua Program Studi Sarjana Hukum Universitas Tarumanegara, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul \u201cKebijakan Selektif dan Limitatif dalam Penjatuhan Pidana Penjara Jangka Pendek sebagai Pemenuhan Tujuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":95,"featured_media":41188,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[28,218],"tags":[240,241,253,252,293,228,227,220],"class_list":["post-41185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-berita-sdgs","tag-fakultas-hukum-ugm","tag-law-ugm","tag-pdih-fh-ugm","tag-prodi-doktor-ilmu-hukum","tag-promosi-doktor","tag-sdg-16-perdamaian-keadilan-dan-kelembagaan-yang-tangguh","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdgs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/95"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41189,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41185\/revisions\/41189"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}