{"id":25846,"date":"2024-02-18T15:41:19","date_gmt":"2024-02-18T08:41:19","guid":{"rendered":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/?p=25846"},"modified":"2024-12-17T09:08:55","modified_gmt":"2024-12-17T02:08:55","slug":"kuliah-sistem-pajak-dan-investasi-bersama-founder-ddtc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/kuliah-sistem-pajak-dan-investasi-bersama-founder-ddtc\/","title":{"rendered":"Kuliah Sistem Pajak dan Investasi Bersama Founder DDTC"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Departemen Hukum Pajak FH UGM selenggarakan kuliah umum pada Kamis (15\/02\/2024). Sebanyak 275 mahasiswa dari Prodi Sarjana dan 18 mahasiswa dari Prodi Magister mengikuti\u00a0 kuliah umum yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting tersebut. Kegiatan kuliah umum ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sustainable Development Goals <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(SDGs) poin ke 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan poin ke 9 mengenai Infrastruktur, Industri, dan Inovasi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tema yang diusung kali ini ialah \u201cKepastian Perpajakan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Foreign Direct Investment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di Indonesia: Kondisi Saat Ini dan Tantangan Masa Mendatang\u201d dengan menghadirkan Darussalam, S.E., Ak., CA., M.Si., LL.M Int. Tax., selaku narasumber. Darussalam merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">founder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari Danny Darussalam Tax Center (DDTC) yang telah malang-melintang dalam bidang konsultasi perpajakan dan telah menulis berbagai buku-buku terkait pajak internasional. Salah buku yang ditulis mengenai topik-topik menyoal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">transfer pricing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Adapun acara dipandu oleh moderator yakni Taufiq Adiyanto, S.H., LL.M., dosen pada Departemen Hukum Pajak Fakultas Hukum UGM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam kuliah umum ini, Darussalam menjelaskan mengenai perlunya kepastian dalam perpajakan bagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">foreign direct investment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di Indonesia. \u201cMenurut saya, jika saya ditanya lebih senang insentif atau kepastian hukum dalam perpajakan, jawaban saya tentu adalah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> tax certainty<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> jauh lebih penting dari insentif itu sendiri. Hal ini karena investor sebagai wajib pajak ingin agar ia bisa berhitung sejak awal\u2013 mereka tidak suka jika mereka harus bayar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cost-cost <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang sifatnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">surprise <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di tengah menjalankan usahanya; seberapa pun besarnya mereka ingin agar biaya itu bisa diperkirakan,\u201d ujarnya ketika memaparkan mengenai urgensi adanya kepastian perpajakan di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Darussalam menegaskan bahwa terdapat enam elemen dalam perpajakan yang menjadi daya tarik bagi investor dalam melakukan kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">foreign direct investment.<\/span><\/i><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pertama<\/span><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400\">terkait dengan sistem perpajakan. Hal ini berhubungan dengan prinsip pemungutan pajak di suatu negara. Apakah menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">worldwide system <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">territorial system?<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Atau justru <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hybrid <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebagaimana yang diterapkan di Indonesia melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">foreign dividend exemption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">selama diinvestasikan dengan kriteria tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kedua<\/span><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400\">bagaimana sistem pemajakan Indonesia dalam sudut pandang antara perusahaan dengan pemiliknya secara pribadi. Secara konkrit, hal ini tercermin dalam pemungutan pajak ketika terjadi laba yang dibagikan ke pemegang saham. Apakah dikenakan pajak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(classical system)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau tidak dikenakan sama sekali <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(one tier system)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">? Ketika dipajaki, maka menurut Darussalam akan terjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">double taxation <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang berakibat pada banyaknya perusahaan menahan labanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(retained earnings).<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ketiga, terkait dengan tarif yang diterapkan di suatu negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keempat, ialah insentif paja. Meski dalam survei Doing Business yang dipaparkan Darussalam, insentif pajak hanya menjadi peringkat kesebelas sebagai daya saing melakukan investasi, yang utama masih stabilitas ekonomi, politik, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kelima, menyoal jaringan P3B yang dimiliki oleh suatu negara. Darussalam melemparkan pertanyaan menarik mengenai masihkah P3B berperan sebagai pengeliminasi pajak berganda ketika telah banyak diatur mengenai pengkreditan pajak dalam peraturan domestik berbagai negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keenam, terkait dengan bagaimana negara mengatur tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">anti avoidance rule<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Darussalam mengisi kuliah tamu dengan diselingi sesi tanya-jawab. Mahasiswa yang bertanya bertanya secara aktif atau mampu menjawab pertanyaan mendapatkan buku yang ditulis oleh Darussalam.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penulis: Regina Ditta<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Departemen Hukum Pajak FH UGM selenggarakan kuliah umum pada Kamis (15\/02\/2024). Sebanyak 275 mahasiswa dari Prodi Sarjana dan 18 mahasiswa dari Prodi Magister mengikuti\u00a0 kuliah umum yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting tersebut. Kegiatan kuliah umum ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke 8 mengenai Pekerjaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":95,"featured_media":25847,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[28,218],"tags":[296,227,236,237,220],"class_list":["post-25846","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-berita-sdgs","tag-departemen-hukum-pajak","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-8-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur","tag-sdgs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/95"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25846"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25846\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25849,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25846\/revisions\/25849"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}