{"id":23352,"date":"2023-11-06T08:10:13","date_gmt":"2023-11-06T01:10:13","guid":{"rendered":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/?p=23352"},"modified":"2023-11-08T08:35:42","modified_gmt":"2023-11-08T01:35:42","slug":"membandingkan-kontrak-publik-di-belanda-dan-indonesia-melalui-kuliah-tamu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/membandingkan-kontrak-publik-di-belanda-dan-indonesia-melalui-kuliah-tamu\/","title":{"rendered":"Membandingkan Kontrak Publik di Belanda dan Indonesia melalui Kuliah Tamu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Departemen Hukum Administrasi Negara menghadirkan Prof. Dr. Chris Jansen selaku Co-director of the Centre for Public Contract Law and Governance di Vrije Universiteit Amsterdam dalam kegiatan kuliah tamu pada Jumat (27\/10\/2023). Tema yang diangkat dalam kuliah tamu kali ini ialah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Comparing Public Contracts in the Netherlands and Indonesia: Judicial and Extra-judicial Protection (Ombudsman for Procurement) Against the Government Action\/Decision<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kuliah tamu yang bertempat di Ruang 3.1.3 ini dipimpin oleh Muhammad Jibril, S.H., M.PrivateLaw selaku moderator. Terdapat 3 sesi utama dalam kuliah tamu ini. Sesi pertama merupakan pemaparan materi oleh Richo Andi W., S.H., LL.M., Ph.D yang membawakan materi berjudul \u201cPublic Contracts Law in Indonesia: Some unclarities and the Need to Address the Accountability Issue\u201d. Sesi kedua diisi oleh Prof. Dr. Chris Jansen yang membawakan materi berjudul \u201cProcurement Contracts in The Netherlands Judicial and Extra-Judicial Review\u201d. Kemudian sesi terakhir merupakan sesi\u00a0 tanya-jawab interaktif yang dipimpin oleh Muhammad Jibril.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_23354\" aria-describedby=\"caption-attachment-23354\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-23354 size-large\" title=\"Wakil Dekan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Sistem Informasi, Dr. Heribertus Jaka Triyana memberikan kenang-kenangan bagi Prof Jansen.\" src=\"https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2208-1024x576.jpg\" alt=\"Wakil Dekan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Sistem Informasi, Dr. Heribertus Jaka Triyana memberikan kenang-kenangan bagi Prof Jansen.\" width=\"1024\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2208-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2208-300x169.jpg 300w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2208-768x432.jpg 768w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2208-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2208-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2208-18x10.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-23354\" class=\"wp-caption-text\">Wakil Dekan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Sistem Informasi, Dr. Heribertus Jaka Triyana memberikan kenang-kenangan bagi Prof Jansen.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada materi \u201cPublic Contracts Law in Indonesia: Some Unclarities and The Need to Address the Accountability Issue\u201d yang dibawakan oleh Richo Andi, disampaikan bahwasannya di Indonesia terdapat dua jenis kontrak publik<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yaitu tender atau pengadaan serta auction atau lelang. Tender merujuk pada kegiatan kontrak pemerintah yang berimplikasi pada tergerusnya anggaran negara sebagai konsekuensi untuk mendapatkan barang\/jasa tertentu. Sedangkan lelang merujuk pada kegiatan kontrak pemerintah yang berdampak pada penerimaan negara, karena negara memberikan konsesi tertentu pada suatu badan hukum (konsesi pengelolaan 5G, konsesi sumber daya alam, dlsb), karena menjual (menghapus) barang milik negara yang tidak dibutuhkan lagi, atau karena badan publik memiliki aset menganggur dan agar produktif dan mendapatkan pemasukan dikerjasamakan dengan swasta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam realitanya kedua term terssebut kerap tertukar ketika digunakan di masyarakat karena inkonsistensi regulasi dan banyaknya regulasi yang menumpuk dan tumpang tindih. Peraturan perundangan yang membahas mengenai kontrak pemerintah dimulai dari Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Kementerian-kementerian terkait, Peraturan Lembaga Non-Kementerian, sampai kepada kebijakan-kebijakan pendukung yang lahir dari para pejabat yang ada. Sementara dalam Rancangan Undang-Undang terbaru mengenai Pengadaan Barang\/Jasa Publik (RUU PBJ Publik), substansi yang termaktub dalam rancangan tersebut belum memperlihatkan adanya ikhtiar untuk mendesain harmonisasi peraturan perundangan yang sudah ada sebelumnya. Hal ini yang juga menjadi tanda tanya bahwasanya bagaimana pemerintah belum menyadari keruwetan peraturan perundangan sebagai sebuah permasalahan yang harus diselesaikan, walaupun pembentuk RUU sudah mulai berupaya untuk mengatur mekanisme reviu yang lebih baik untuk masalah ini.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya, Prof. Jansen memaparkan materi yang membahas mengenai \u201cProcurement Contracts in The Netherlands Judicial and Extra-Judicial Review\u201d<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Pada materi ini, Prof. Jansen membahas mengenai pengadaan kontrak publik di Belanda, yang mencakup tinjauan yudisial dan ekstra-yudisial. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Procurement contracts<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di Belanda (juga Uni Eropa) bukan hanya mencakup pengadaan barang jasa dalam arti belanja pemerintah, namun juga mencakup kontrak konsesi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tujuan yang ingin disampaikan pada pemaparan materinya adalah untuk menjelaskan konsep kontrak publik, peran dari aturan hukum dalam pengadaan publik, serta prosedur hukum yang ada dalam kasus pelanggaran aturan pengadaan kontrak publik. Prof. Jansen dalam presentasi ini juga menggarisbawahi pentingnya penciptaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">single-market<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di Uni Eropa. Hal ini umumnya dilakukan melalui mekanisme tender kompetitif dalam pengadaan kontrak publik. Prof Jansen juga menjelaskan mengenai mekanisme <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">administrative review <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">judicial review <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam konteks akuntabilitas di Belanda. Untuk yang disebut kedua, selain mekanisme komplain di badan publik yang melaksanakan tender, penyedia yang merasa dirugikan juga dapat mengadu ke komite ahli pengadaan (Ombudsman untuk urusan Pengadaan) dalam menangani keluhan terkait dengan pengadaan publik selain ke pengadilan. Hal ini yang beliau maksud dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">extra judicial review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Beliau berpendapat bahwa transparansi, integritas, dan akuntabilitas dalam pengadaan publik sangatlah penting, utamanya sebagai sarana untuk memastikan penggunaan anggaran publik yang efisien, mendorong inovasi, dan memastikan pemerintah bertindak sesuai dengan hukum yang ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah kedua narasumber memaparkan materinya, maka sesi ketiga yang merupakan sesi tanya jawab pun dimulai. Setidaknya terdapat lima pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Kelima pertanyaan tersebut tidak hanya datang dari sivitas akademika Falkultas Hukum UGM saja. Melainkan dari partisipan dengan beragam latar belakang seperti Fakultas Teknik UGM, Universitas Negeri Sebelas Maret, dan Universitas Mulawarman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi mereka yang tidak sempat bergabung dalam kuliah tamu ini, dapat mengunduh materi di link berikut (<\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/MateriGuestLectureDeptHAN\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/bit.ly\/MateriGuestLectureDeptHAN<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">) atau dapat menonton di YouTube pada channel Kanal Ilmu Pengetahuan Fakultas Hukum UGM pada link berikut (<\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/live\/Xfd8fBdyqSM?si=GjTySFb6UfKV42SF\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.youtube.com\/live\/Xfd8fBdyqSM?si=GjTySFb6UfKV42SF<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">).<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_23355\" aria-describedby=\"caption-attachment-23355\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-23355 size-large\" src=\"https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2264-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2264-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2264-300x169.jpg 300w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2264-768x432.jpg 768w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2264-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2264-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/law.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/11\/DSC2264-18x10.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-23355\" class=\"wp-caption-text\">Foto bersama peserta kuliah dengan para pembicara.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Penulis: Stevanus Hizkhia Gunawan<br \/>\nEditor: PR<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Departemen Hukum Administrasi Negara menghadirkan Prof. Dr. Chris Jansen selaku Co-director of the Centre for Public Contract Law and Governance di Vrije Universiteit Amsterdam dalam kegiatan kuliah tamu pada Jumat (27\/10\/2023). Tema yang diangkat dalam kuliah tamu kali ini ialah Comparing Public Contracts in the Netherlands and Indonesia: Judicial and Extra-judicial Protection (Ombudsman for Procurement) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":95,"featured_media":23356,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[28,210],"tags":[],"class_list":["post-23352","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-berita-hukum-administrasi-negara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/95"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23352"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23359,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23352\/revisions\/23359"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}