{"id":17660,"date":"2023-02-21T13:39:41","date_gmt":"2023-02-21T06:39:41","guid":{"rendered":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/?p=17660"},"modified":"2024-03-19T14:55:55","modified_gmt":"2024-03-19T07:55:55","slug":"prodi-magister-ilmu-hukum-jakarta-selenggarakan-kuliah-umum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/prodi-magister-ilmu-hukum-jakarta-selenggarakan-kuliah-umum\/","title":{"rendered":"Prodi Magister Ilmu Hukum Jakarta Selenggarakan Kuliah Umum"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Prodi Magister Ilmu Hukum Jakarta menyelenggarakan kuliah umum dengan mengundang Kepala PPATK, Dr. Ivan Yustiavandana, S.H., LL.M. pada Jumat (10\/02). Kuliah umum diawali dengan sambutan dari Kaprodi MIH Jakarta, Dr. Rikardo Simarmarta, S.H., yang berharap kesempatan ini dapat menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">warming up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> bagi para mahasiswa baru sebelum memulai rangkaian perkuliahan di Magister Ilmu Hukum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kuliah umum kali ini mengangkat tema kejahatan di bidang ekonomi yang merupakan salah satu isu aktual yang ada di Indonesia saat ini. Menurut\u00a0 Dr. Ivan Yustiavandana, semua orang yang melakukan pencucian uang pasti di benaknya berkeinginan untuk menikmati hasil. Kalimat menikmati itulah yang disebut sebagai pencucian uang. Jadi, apa pun yang dilakukan dengan harta kekayaan ilegal termasuk ke dalam pencucian uang. Hal tersebut dapat dilihat dari kasus-kasus yang sudah pernah terjadi. Misalnya kasus Akil Mochtar atau kasus Gayus Tambunan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cOrang menjadi berpikir bagaimana cara menerima, memindahkan, mengembangkan, dan menikmati harta kekayaan ilegal. Ini yang kemudian harus dipikirkan bagaimana penegakan hukumnya,\u201d lanjut Dr. Ivan Yustiavandana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pencucian uang berbeda dengan tindak pidana lainnya yang tidak bisa menyentuh rahasia perbankan. Karena itu pencucian uang tidak dimasukkan dalam KUHP dan dibentuk undang-undang baru dan lembaga baru yang disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Vocal Point<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">Financial Intelligence Unit\/Center.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201c<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Sekarang tindak pindana sudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">decentralised <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">unregulated. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Tidak menutup kemungkinan bila dalam beberapa tahun perkembangannya sudah berbeda, maka teorinya pun menjadi berbeda lagi. Tidak heran jika nantinya ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">knowledge gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> antara apa yang diajarkan di kampus dan dunia kerja,\u201d tutur Dr. Ivan Yustiavandana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi informasi sekarang ini jauh lebih berbahaya daripada nuklir. Banyak kasus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bullying<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan penyalahgunaan sarana teknologi informasi yang mengancam nyawa seseorang. Tak hanya itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">robot artificial intelegence <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kini juga semakin berkembang. Lantas hukum seperti apa yang harus diterapkan untuk teknologi tersebut? Negara maupun pihak berwenang semestinya memberi perhatian terhadap hal tersebut. Jika hal-hal demikian diabaikan, akan lebih banyak korban yang menjadi tawanan dari perilaku tindak pidana pencucian uang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cIni bukan hanya soal tentang hukum yang tidak boleh tertinggal dari teknologi informasi, tetapi ini juga tentang peradaban manusia. Jadi, agar peradaban tidak tenggelam hukum yang ada harus terus kita kembangkan. Seperti yang disampaikan Elon Musk, kita harus bisa mengerem. Nah harapannya hukum bisa membantu mengerem supaya tidak terjadi kiamat kemanusiaan,\u201d tambah Dr. Rikardo Simarmarta sebelum menutup kuliah umum kali ini.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prodi Magister Ilmu Hukum Jakarta menyelenggarakan kuliah umum dengan mengundang Kepala PPATK, Dr. Ivan Yustiavandana, S.H., LL.M. pada Jumat (10\/02). Kuliah umum diawali dengan sambutan dari Kaprodi MIH Jakarta, Dr. Rikardo Simarmarta, S.H., yang berharap kesempatan ini dapat menjadi warming up bagi para mahasiswa baru sebelum memulai rangkaian perkuliahan di Magister Ilmu Hukum.\u00a0 Kuliah umum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":95,"featured_media":17661,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[28,1],"tags":[],"class_list":["post-17660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/95"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17660"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26556,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17660\/revisions\/26556"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/law.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}