Delegasi Fakultas Hukum UGM Raih Juara 3 dalam Kompetensi Peradilan Semu Pidana Tingkat Nasional Piala Tjokorda Raka Dherana IV 2016

img_3154

Prestasi kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM). Delegasi FH UGM berhasil meraih Juara III dan penghargaan Berkas Terbaik dalam Kompetensi Peradilan Semu Pidana Tingkat Nasional Piala Tjokorda Raka Dherana IV 2016. Delegasi FH UGM yang terdiri dari 16 orang peserta dan 2 orang official berkunjung ke Bali untuk berartisipasi pada kompetisi yang digelar pada 23-26 September 2016.

Delegasi FH UGM dalam rangkaian kegiatan disana menampilkan 2 kali sidang; pertama pada babak penyisihan terkait kasus narkotika dan kedua pada babak final terkait kasus terorisme. Delegasi FH UGM dalam kompetisi yang tahun ini mengangkat tema Law Enforcement in Transnational Crime for Building a Sustainable Development and World Peace, bersaing melawan 15 delegasi lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Serah Terima Jabatan Dekan dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Fakultas Hukum UGM Periode 2016-2021

img_3019Siang itu, deretan kursi merah tertata rapi di Gedung I Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM). Satu-persatu tamu undangan beserta civitas akademika FH UGM mulai berdatangan dan memasuki ruangan. Rabu (12/10), FH UGM menghelat acara Serah Terima Jabatan Dekan dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Fakultas Hukum UGM Periode 2016-2021.  Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M., diamanahi  sebagai dekan baru FH UGM berdasarkan Surat Keputusan Rektor UGM yang ditandatangani Jum’at (7/10). Prof. Sigit menggantikan dekan pengganti antar waktu periode 2012-2016, yakni: Prof. M. Hawin, S.H., LL.M., Ph.D.

Ajimbar, S.H., M.H. Raih Doktor Usai Teliti Pelaksanaan Tugas Kejari dalam Pemberantasan TPK

img_2976

Kejaksaan Republik Indonesia (Kejari) merupakan salah satu dari tiga lembaga negara yang diberi kewanangan untuk melakukan penyidikan terhadap kasus tindak pidana korupsi (TPK) di Indonesia. Kejari, sebelum diberlakukannya sistem optimalisasi, menggunakan sistem target dalam menilai efektivitasnya memberantas TPK. Berdasarkan sistem target, dalam pelaksanaannya Kejari dinilai “cukup efektif” dalam memberantas TPK. Hal tersebut disampaikan Ajimbar, S.H., M.H. dalam Ujian Promosi Doktor pada Selasa (11/10).

“Dikatakan efektif apabila mencapai target 1457 kasus,” ujar Ajimbar setelah memaparkan bahwa berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitiannya bahwa rata-rata kasus TPK yang ditangani Kejari per tahunnya adalah 1284,3 kasus.

Fakultas Hukum Kembali Gelar Kerja Sama

img_2913

Gedung III.3.1 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) kembali menjadi saksi bisu diadakannya sebuah acara. Acara tersebut ialah kerja sama antara FH UGM dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Acara yang diselenggarakan tanggal 30 September 2016 ini dipandu oleh Usman Budi Wibowo, BSc. yang bertindak sebagai MC. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan beberapa sambutan.

Diskusi Revisi UU MK Bersama Mahfud MD

img_2900

Diskusi publik berkenaan dengan revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi (UU MK) telah diselenggarakan pada hari Jumat (30/9) di Ruang III.1.1 Fakultas Hukum (FH), Universitas Gadjah Mada (UGM). “Adanya geraman dari masyarakat terhadap lembaga Mahkamah Konstitusi (MK), mulai dari masa jabatan hakim MK hingga proses rekruitmen yang dinilai kurang transparansi menjadi latar belakang diskusi ini”, ujar Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, S.H., LL.M dalam sambutannya.

Teliti Konstruksi Hukum Penguasaan Tanah Negara, Julius Sembiring Capai Gelar Doktor

img_2893
Sampai saat ini, masih terdapat banyak permasalahan terkait tanah Negara, seperti: pengertian tanah Negara, ruang lingkup tanah Negara, otoritas yang berwenang atas tanah Negara, dan prinsip penguasaan tanah Negara. Julius Sembiring mengangkat persoalan tersebut dalam disertasinya yang berrjudul: “Konstruksi Hukum Penguasaan Tanah Negara dalam Sistem Hukum Tanah Nasional.”

Sembiring mempertahankan hasil disertasinya Kamis (29/09) bertempat di Ruang  III.1.1 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM). Penelitian Sembiring ditekankan pada tiga otoritas yang memiliki wewenang penting, yakni: otoritas pertanahan, otoritas kehutanan dan otoritas pertambangan. Pemilihan tiga otoritas tersebut dilandasi pertimbangan bahwa sektor perkebunan, kehutanan dan pertambangan mendominasi penguasaan tanah di Indonesia. Di samping, sektor tersebut rentan terhadap konflik agraria.

Kunjungan LESPA Bahas Penyelenggaraan Mata Kuliah Klinik Hukum di UGM

620

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) mendapat kunjungan dari Legal Education Support Program – Afghanistan (LESPA), School of Law University of Washington. Acara diselenggarakan pada hari Senin (26/9) pukul 10.00-15.00 WIB. Dekan FH UGM Prof. M. Hawin membuka acara yang bertempat di Debating Room FH UGM.

Perwakilan LESPA yang hadir adalah Alice Stokke bersama dengan tujuh profesor dan dosen dari berbagai universitas di Afghanistan. “LESPA ini memfasilitasi profesor dan dosen-dosen dari Afghanistan untuk datang ke Indonesia dan berdiskusi dengan dosen-dosen kita tentang pendidikan klinis hukum di Indonesia yang diimplementasikan dengan penyelenggaraan mata kuliah klinik hukum” terang Laras Susanti selaku koordinator acara. FH UGM sendiri telah menyelenggarakan mata kuliah klinik hukum sejak tahun 2012. Saat ini setidaknya terdapat 4 mata kuliah yang tergolong klinik hukum, yaitu: anti korupsi, pidana, keperdataan dan organisasi sosial atau organisasi masyarakat.

Bambang Kesowo: Pentingnya Aspek Sos-Pol dalam Perkembangan HAKI

img_6549
“Pada umumnya, lembaga pendidikan saat ini lebih memprioritaskan pembahasan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari segi prinsip dan pengaturannya dalam undang-undang. Padahal, segi filosofis juga menjadi hal yang tidak dapat dikesampingkan”, ucap Dr. Bambang Kesowo, SH, LL.M. Hal tersebut yang melatarbelakangi diselenggarakannya short-course HAKI di gedung 3.1.1 Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu (24/9).

Mantan Menteri Sekretaris Negara tersebut menjelaskan mengenai beberapa aspek yang terkandung dalam HAKI. Aspek yang dimaksud adalah aspek moral, ekonomi, sosial, politik, dan hukum. Menurutnya, aspek sosial dan politik sering dilupakan dalam pembelajaran HAKI di perguruan tinggi Indonesia saat ini. Seharusnya, kedua aspek itu sama pentingnya dengan aspek moral, ekonomi, dan hukum yang sering menjadi pembahasan.

Mahasiswa FH UGM Meraih Spirit of the Moot Award

ugm-vs-cityu

Keikutsertaan “pertama kali” tidaklah menjadi alasan bagi mahasiswa/mahasiswi UGM untuk tidak berprestasi. Hal tersebut dibuktikan oleh lima mahasiswa Fakultas Hukum UGM, yang terdiri dari Agathon Henryanto (2015), Yohanes Djingga (2015), Kimp Y.D. Hermawan (2014), yang ketiganya adalah oralist, Erika Wijaya sebagai mediator (2014), dan Wika Tanggwa sebagai manager (2015), yang berhasil membawa pulang Spirit of the Moot Award pada keikutsertaan pertamanya dalam International Alternative Dispute Resolution Mooting Competition (IADRMC), Hong Kong 2016.

UGM Menunjukkan Berbagai Inovasinya dalam UGM Expo 2016

img_2866

Karya dan inovasi civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) khususnya dalam kurun waktu setahun terakhir, dipamerkan dalam  UGM Expo 2016. Acara yang bertempat  di lantai 2 Grha Sabha Pramana (GSP) ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian Dies Natalis UGM ke-67. Masyarakat umum dapat mengunjugi stan UGM Expo 2016 dari tanggal 20-25 September 2016 sejak pukul 09.00 – 17.00 WIB. Kegiatan lainnya seperti seminar, diskusi ilmiah, pelatihan, hiburan, dll akan digelar untuk turut memeriahkan kegiatan di lantai 1 GSP.